SURABAYA (Realita)– Mengelola waktu dengan efektif menjadi tantangan di tengah kehidupan yang kian sibuk. Bagi Dr. Yuni Putri Dewantara, S.M., M.M., CPHCM., CHRMP., CPS., kemampuan itu bukan sekadar teori. Doktor muda yang baru saja lulus dengan predikat cum laude ini membuktikan bahwa perencanaan dan disiplin mampu mengantarnya meraih banyak peran sekaligus tanpa mengorbankan keseimbangan hidup.
Selain menempuh pendidikan S3 dan kuliah S1 Hukum, Yuni aktif mengajar sebagai dosen, menjadi content creator, hingga pembicara di berbagai forum. “Setiap hari saya memiliki jadwal terstruktur. Saya membuat daftar prioritas mingguan bahkan harian,” ujarnya saat ditemui, pekan lalu.
Baca juga: "BISTF Paragliding Accuracy League 2025" Bisa Tingkatkan Kunjungan Hotel dan Restoran di Kota Batu
Rutinitasnya padat. Pagi hari biasanya ia isi dengan kuliah dan riset. Waktu senggang antara kelas ia manfaatkan membaca literatur atau menulis disertasi. Sore harinya, Yuni beralih ke peran sebagai dosen—mengajar, membimbing mahasiswa, sekaligus menulis artikel ilmiah.
Di luar dunia akademik, Yuni menyalurkan kreativitas lewat konten lifestyle, kecantikan, dan kuliner di media sosial. Menurutnya, aktivitas ini bukan sekadar hobi, tapi juga sarana melatih komunikasi publik. “Content creation adalah cara saya berkreasi dan berbagi inspirasi,” katanya.
Baca juga: Wisata Perahu Air Susur Sungai Kalimas Dipercantik, Pemkot Surabaya Tambahkan Lintasan Zona Tematik
Kedisiplinan, menurut Yuni, menjadi fondasi utama. Tanpa itu, semua peran akan berantakan. Namun ia juga menekankan pentingnya fleksibilitas. “Hal tak terduga bisa datang kapan saja. Saya belajar beradaptasi dan mencari solusi efektif,” ucapnya.
Meski sibuk, ia tetap menjaga waktu untuk keluarga, istirahat, dan perawatan diri. Baginya, kesehatan mental sama pentingnya dengan produktivitas.
Baca juga: Ditegur Wali Kota Eri, Kadisbudporapar Minta Maaf Belum Koreksi Harga Sewa Venue AFF
Kisah Yuni menjadi contoh bagaimana manajemen waktu bisa membuka peluang untuk menjadi multi-talenta. “Setiap tugas punya prioritasnya masing-masing,” tutur Yuni.yudhi
Editor : Redaksi