Karyawan Gudang Tembakau di Dusun Kesamben Porong, Ngaku Tahu Keluhan Warga: Orang Itu-Itu Saja

Advertorial

SIDOARJO (Realita)- Karyawan gudang tembakau Dusun Kesamben Kidul, RT 18/RW 03, Desa Wunut, kecamatan Porong Sidoarjo buka suara.

Gudang tembakau tersebut merupakan usaha turun temurun dan sudah berdiri sejak 15 tahun lalu.

Imam, salah satu karyawan gudang tembakau menjelaskan jika usaha tembakau tersebut merupakan usaha turun temurun dan sudah berdiri sejak 15 tahun lalu.

"Gudang ini sudah berdiri lama, jaman orangtuanya dulu sempat produksi rokok. Untuk sekarang gudang ini hanya untuk produksi dari daun tembakau hingga finishing (tembakau siap kirim)," ujar imam, (3/3/26).

Imam menambahkan, bahwa dirinya sudah mengetahui jika ada warga yang mengeluh dengan adanya gudang tersebut. "Saya tahu yang protes mungkin orang itu-itu saja, yang lain gak ada yang protes," ungkapnya.

"Untuk lebih detailnya, hari Kamis saja mas, saya tahu nya gudang ini sudah berdiri lama. Keseharian kita hanya produksi dari daun hingga jadi tembakau siap kirim, karena dua hari sekali kita kirim ke pamekasan," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, bau menyengat dari salah satu gudang tembakau di Dusun Kesamben Kidul, RT 18 / RW 03, Kecamatan Porong, Sidoarjo, menjadi keluhan warga sekitar.

Aroma tembakau yang menyengat ini sering kali mengganggu kenyamanan warga sekitar gudang. Pasalnya gudang milik CV. Mitra Berkah Alam (MBA) tersebut berada di dalam perkampungan.

MS (50), warga setempat menjelaskan bahwa aroma menyengat yang berasal dari gudang penyimpanan tembakau ini membuat dirinya merasa kurang nyaman.

"Dulu waktu ijin ke warga saya juga ijinkan mas, karena saya gak tau kalau dampaknya bakal seperti ini. Lima tahun yang lalu saya pernah jatuh sakit (paru-paru), gara-gara setiap hari mencium aroma tembakau yang menyengat ini," ujar MS saat ditemui Realita.co, Sabtu (28/2/2026).

Tak hanya MS, warga berinisial NN (42) juga mengatakan hal yang sama. NN mengeluhkan adanya debu yang terbawa angin dari gudang tembakau tersebut.

"Kalau musim kemarau itu debu tembakau nya ke rumah saya, sampai jendela rumah saya tutup semua. Gak itu aja mas, kalau hujan juga air dari gudang itu kan mengalir di selokan dekat rumah saya, warnanya merah, saya takut meresap ke sumur, akhirnya saya tutup biar gak ke sumur," terang NN.bay/ty

Editor : Redaksi

Berita Terbaru