Wali Kota Wahyu Hidayat Sebut Proyek Kawasan Terpadu Kota Malang Diminati Bank Dunia

Advertorial

MALANG (Realita) – Rencana penataan kawasan terpadu di pusat Kota Malang mulai menarik perhatian lembaga internasional. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyatakan peluang dukungan pembiayaan dari Bank Dunia terhadap proyek tersebut kini tengah dijajaki.

Hal itu disampaikan Wahyu saat memaparkan arah pengembangan kawasan strategis pusat kota, Jumat (20/2/2026). Ia menjelaskan, pemerintah kota telah menyiapkan konsep terintegrasi yang menghubungkan sejumlah titik vital, mulai dari Kayutangan Heritage, Alun-Alun Kota Malang, Balai Kota Malang, Stasiun Malang Kota Baru hingga Kampung Warna-Warni Jodipan.

Menurut Wahyu, konsep yang disusun tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga penataan fungsi ruang dan penguatan aktivitas ekonomi masyarakat di dalamnya.

“Seluruh kawasan itu kami rancang menjadi satu kesatuan yang saling terhubung. Bukan sekadar mempercantik tampilan, tetapi juga mengatur fungsi dan pergerakan orang di dalamnya,” ujar Wahyu.

Dalam perencanaan tersebut, Pemkot Malang telah memetakan zona untuk pelaku usaha mikro dan kecil (PKM), area parkir, jalur pedestrian, hingga titik wisata. Penataan ini diharapkan mampu menciptakan kawasan yang tertib dan nyaman tanpa menimbulkan konflik kepentingan antar pengguna ruang.

Ia menambahkan, komunikasi awal dengan sejumlah pihak, termasuk perwakilan lembaga internasional, telah dilakukan. Respons yang diterima disebut cukup positif karena konsep tersebut dinilai sejalan dengan prinsip pembangunan kota berkelanjutan dan pengembangan ekonomi berbasis kawasan.

Kendati demikian, Wahyu menegaskan proses masih berada pada tahap penjajakan. Pemerintah kota saat ini tengah mematangkan detail teknis serta menghitung kebutuhan anggaran sebelum masuk tahap pengajuan lanjutan.

“Karena cakupannya luas dan terintegrasi, tentu kebutuhan pembiayaannya besar. Salah satu alternatif yang kami jajaki adalah dukungan pembiayaan dari Bank Dunia,” katanya.

Selain penguatan infrastruktur dasar, rencana pengembangan juga membuka peluang pembangunan fasilitas pendukung seperti jalur penghubung antartitik strategis. Namun, Wahyu memastikan setiap kawasan tetap mempertahankan karakter khasnya.

Kayutangan, misalnya, akan tetap mengedepankan nuansa kolonial sebagai identitas sejarah kota. Sementara kawasan lain dikembangkan sesuai potensi masing-masing tanpa menghilangkan nilai arsitektur dan budaya yang telah melekat.

Pemkot Malang berharap proyek kawasan terpadu ini dapat menjadi langkah strategis dalam membangun wajah pusat kota yang modern, inklusif, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata secara berkelanjutan. (mad)

Editor : Redaksi

Berita Terbaru