Ssst....Lokalisasi Moroseneng ternyata Masih Beroperasi!

realita.co
Ilustrasi prostitusi. Foto: Istimewa

SURABAYA (Realita) - Kabar masih beroperasinya lokalisasi Moroseneng di kawasan Sememi Jaya I dan II membuat anggota DPRD Kota Surabaya, Imam Syafi’i, geram.

Politisi Partai NasDem itu menilai keberadaan praktik prostitusi di kawasan yang seharusnya sudah ditutup tersebut sebagai bukti kegagalan Pemkot Surabaya.

Baca juga: DPRD Surabaya Minta Pemkot Tegas kepada Developer Nakal

Hal ini dikarenakan bisnis esek-esek tersebut disinyalir mendapat restu dan bekingan dari oknum aparat pemkot itu sendiri.

“Ini bukan lagi soal kecolongan, tapi ini bukti kegagalan sistemik Pemkot Surabaya. Janji-janji penutupan total lokalisasi Moroseneng, yang dulu didengungkan oleh walikota dan jajarannya, ternyata omong kosong belaka,” tegas Imam.

Imam menyoroti komitmen Wali Kota Eri Cahyadi yang dinilainya ingkar janji. Ia menegaskan, penutupan yang hanya sebatas razia insidental tidak akan menyelesaikan persoalan.

Baca juga: Ketua Komisi A Ajak Warga Surabaya Tempuh Jalur Legislatif

“Kita minta, segera lakukan penutupan permanen. Jangan sekadar gertak sambal atau razia insidental yang bocor informasinya,” tuturnya.

Isu santer menyebutkan, eksistensi Moroseneng tak terlepas dari upeti bulanan. Uang lendir itu disalurkan kepada jajaran pengurus kampung, kelurahan, hingga kecamatan.

Baca juga: Banjir Surabaya, DPRD Minta Kecamatan Lebih Aktif

Setoran rutin tersebut diperoleh dari pemilik wisma. Masing-masing pemilik wisma wajib memberikan setoran. Ini supaya bisnis mereka aman dari obrakan bahkan penutupan.

Isu bekingan ini pun menjadi kunci utama yang membuat Moroseneng sulit untuk benar-benar ditutup.ys

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru