Wisuda ke-22 Unisla Usung Semangat Astacita Prabowo Subianto

realita.co
Penampilan Seni MBG di acara wisuda ke-22 Unisla. Foto: Defit

LAMONGAN (Realita) - Wisuda ke-22 Universitas Islam Lamongan (Unisla) digelar dan diikuti sebanyak 1103 wisudawan dari berbagai akademik, Sabtu (11/10).

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyampaikan bahwa Unisla memiliki peran strategis dalam mencetak generasi unggul yang siap berkontribusi bagi kemajuan daerah.

Baca juga: Menjadi Terang di Tanah Misi: Wisuda yang Menyemai Peradaban Baru

“Sebagaimana yang telah kami sampaikan, Unisla memiliki peran besar dalam meningkatkan kualitas SDM di Lamongan. Wisuda hari ini yang hampir seribu orang ini akan menjadi sumbangsih nyata bagi pembangunan di Kabupaten Lamongan,” kata Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu, (11/10).

Acara wisuda kali ini juga dimeriahkan dengan penampilan drama kolosal bertema Astacita, yang menggambarkan delapan cita utama Presiden Prabowo Subianto dalam membangun Indonesia menuju kemandirian dan kesejahteraan bangsa.

Pak Yes sapaan menyebut semangat yang ditampilkan dalam drama kolosal tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Lamongan untuk mendukung penuh seluruh program prioritas nasional.

“Tentu, ini menjadi bagian dari program prioritas kami di daerah. Termasuk menyukseskan program-program Bapak Presiden seperti swasembada pangan, ketahanan pangan, dan makanan bergizi gratis. Semua berseiring. Lamongan siap mendukung dan merealisasikan visi besar Astacita dalam pembangunan nasional,” tuturnya.

Baca juga: Tim Pengabdian Masyarakat UNISLA Gelar Screening Kesehatan & Konseling Pendidikan Masyarakat Difabel

Pada kesempatan yang sama, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII, Diyah Sawitri memberikan pesan kepada para wisudawan Universitas Islam Lamongan (UNISLA) agar tidak hanya menjadi pencari kerja, melainkan juga pencipta lapangan kerja yang mampu memberi manfaat luas bagi masyarakat.

“Kami berharap sekali lulusan UNISLA adalah lulusan yang siap kerja, pencetak kerja, dan berdampak bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Sehingga multiplayer effect dari lulusan betul-betul dirasakan oleh masyarakat luas, khususnya melalui kontribusi nyata UNISLA tercinta,” jelasnya.

Sementara itu Rektor Universitas Islam Lamongan (Unisla), Abdul Ghofur juga berpesan kepada para wisudawan ke-22 Unisla supaya seorang lulusan tidak berhenti setelah menerima ijazah, melainkan baru dimulai saat mereka kembali ke masyarakat untuk mengabdi dan memberikan kontribusi nyata.

Baca juga: Universitas Sultan Fatah Demak Telah Mewisuda yang ke 16 di Ballroom Hotel Amantis Demak

“Dimanapun saudara mengabdi, baik itu di ruang kelas, kantor pemerintahan, perusahaan, lembaga, maupun sebagai wirausaha, nama baik Unisla ada di pundak saudara. Bawalah identitas intelektual yang bersih dan profesional,” katanya.

Momentum Wisuda ke-22 Unisla ini menjadi bukti sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam memperkuat kontribusi terhadap pembangunan bangsa, sehingga menjadi kampus terdampak sesuai arahan Kementrian.

Repoter : Defit Budiamsyah

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru