LAMONGAN (Realita) - Dalam rangka mendukung Indonesia Inklusif 2030, Tim Pengabdian Masyarakat yang diketuai oleh Edy Susanto dari Prodi Peternakan melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat pada kelompok difabel di Desa Telogoagung, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan.
Kegiatan yang dilaksanakan antara lain Screening Kesehatan dan Konseling Pendidikan pada kelompok Difabel. Beberapa permasalahan yang dialami oleh kelompok difabel di Desa Telogoagung dan yang melatarbelakangi perlu diadakannya kegiatan ini antara lain: Belum adanya kegiatan belajar informal (tambahan) yang mendukung kekurangan Pendidikan anggota difabel, kurangnya fasilitas pembelajaran yang dapat membantu kegiatan belajar kelompok difabel, kurangnya perhatian dan pengetahuan anggota difabel terhadap pentingnya menjaga Kesehatan diri, dan kurangnya fasilitas (sarana dan prasarana) Kesehatan spesifik yang dibutuhkan oleh kelompok difabel.
“Kelompok difabel di desa ini cenderung tertutup akibat keterbatasan yang mereka alami, sehingga kurang banyak mendapat perhatian,” kata Edy. Sehingga Pemerintah Desa Tlogoagung mendeklarasikan desa ini sebagai rintisan desa inklusi pada 16 Januari 2021.
Terdapat 21 anggota kelompok difabel, termasuk 6 orang cacat congenital sejak lahir dan 15 orang non-congenital. Mereka sebagian besar berusia produktif, dari jumlah tersebut 4 orang memerlukan pemberdayaan pendidikan dan 13 orang perlu peningkatan kesehatan.
Menanggapi fenomena ini, Edy dan timnya meluncurkan pilot project untuk memberikan layanan pendidikan dan layanan kesehatan untuk kelompok difabel. Selain itu, Tim Pengabdian kepada Masyarakat juga memberikan bantuan hibah sarana untuk mendukung kesehatan dan pendidikan kelompok difabel.
Sarana pendukung kesehatan yang diberikan berupa 1 unit kursi roda, 2 unit alat pijat otot dan 1 unit kotak P3K (medical kit). Sedangkan, sarana pendukung bidang pendidikan yang diberikan kepada angota kelompok difabel berupa 16 eksemplar buku yang terdiri atas 8 judul buku seputar teknis produksi, ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. Juga diberikan 1 unit alat peraga pendidikan untuk membantu kegiatan belajar setiap harinya.
Dari hasil wawancara dan testimoni berikan oleh para peserta, peserta menyatakan bahwa mereka sangat senang dan berterimakasih atas semua yang diberikan kepada mereka. Mereka juga berharap bahwa hal itu akan bermanfaat bagi mereka di masa depan untuk memberikan pekerjaan dan kesempatan untuk hidup sendiri. (*)
Editor : Redaksi