JEDDAH (Realita) — Wasit asal China, Ma Ning, kembali menjadi sorotan panas usai Timnas Indonesia tumbang 0‑1 dari Irak dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Banyak keputusan kontroversial dianggap merugikan skuad Garuda.
Timnas Indonesia kalah lewat gol Zidane Iqbal pada menit ke-76, dan selepas laga, publik pun menyuarakan kemarahan terhadap kepemimpinan Ma Ning.
Baca juga: Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026, Erick Thohir Minta Maaf
Beberapa momen kontroversial memicu kritik tajam. Misalnya, ketika Ole Romeny jelas-jelas dilanggar pemain terakhir Irak, namun Ma Ning tidak memberi kartu merah langsung kepada sang defender. Di menit akhir, Kevin Diks menerima sikutan dari Zaid Tahseen di dalam kotak penalti. Ma Ning hanya memberinya kartu kuning kedua lalu mengusir, tapi tidak memberikan penalti untuk Indonesia.
Ma Ning menilai bahwa pelanggaran dari Tahseen terjadi karena mengangkat kaki terlalu tinggi sebelum menyikut Diks—sehingga ia tidak menghitung insiden itu sebagai cukup untuk penalti.
Keputusan-keputusan ini menyulut kemarahan suporter dan media.
“180 menit (menuju Piala Dunia). 90 menit dikerjain Kluivert. 90 menit dikerjain Wasit," tulis seorang netizen.
Baca juga: Jay Idzes Protes Wasit tapi Tetap Hormat
“Gitu aja siklusnya kalau main jelek wasit nya oke banget, kalau main bagus wasitnya kayak T**.” komentar yang lainnya.
Yang makin memanas, Ma Ning sama sekali tidak mengecek VAR di laga ini. Ketidakhadiran intervensi VAR makin membuat kemarahan kapten Jay Idzes, yang berulang kali memprotes keras.
Wasit VAR untuk laga ini adalah Sivakorn Pu-Udom dari Thailand. Namanya juga sudah tidak asing di kalangan suporter Indonesia karena sering dianggap merugikan Garuda saat bertugas sebelumnya.
Baca juga: Timnas Indonesia Kandas, Netizen Teriakkan "Kluivert Out"
Ma Ning sendiri sudah menyandang lisensi FIFA sejak 2011 dan dikenal sebagai sosok yang tak luput dari kontroversi. Momen paling diingat publik adalah saat ia memimpin Final Piala Asia 2023 antara Qatar vs Yordania—yang berakhir dengan kemenangan Qatar 3‑1 melalui tiga penalti kontroversial.
Editor : Redaksi