DP3AP2KB Perkuat Pemenuhan Data Terpilah Gender dan Anak, Ini Tantangannya

realita.co
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana gelar sosialisasi tentang manfaat data terpilah gender dan anak. Foto: Diskominfo

KEDIRI (Realita) - Guna melengkapi ketersediaan data terpilah dan anak di lingkungan Kota Kediri, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Kediri melangsungkan Sosialisasi Kebermanfaatan Data Terpilah Gender dan anak dalam Pembangunan Daerah, Kamis, 6 November 2025.

dr Fajri Mubasysyir, Kepala DP3AP2KB Kota Kediri mengatakan, tujuan digelarnya kegiatan yang berlangsung di Aula Kecamatan Mojoroto ini, untuk menbentuk persepsi yang sama kepada seluruh peserta terkait pentingnya data terpilah gender.

Baca juga: Kolaborasi Lintas Lembaga, Penanaman Jagung Digenjot Menuju Target 1 Juta Hektare

Agar materi dapat terserap optimal, Pemkot Kediri bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur sebagai narasumber.

Sebagai informasi, data terpilah memiliki manfaat bagi pemerintah, utamanya dalam hal pembangunan. Adapun manfaat akan data tersebut seperti: sebagai bahan evaluasi pembangunan daerah menuju responsif gender, dan untuk mendorong kesetaraan gender.

Menurut Fajri, data terpilah gender sangat penting yakni sebagai fondasi dalam pembuatan atau perubahan kebijakan pembangunan terutama yang responsif gender.

“Selain itu juga untuk memastikan agar kegiatan-kegiatan yang inklusif bisa berdaya sampai ke masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: Di Tengah Ancaman Narkoba dan Disrupsi Digital, Pramuka Kota Kediri Diminta Berinovasi Menjaga Generasi Muda

“Kemudian juga untuk memperkuat koordinasi antar instansi, karena sekarang semuanya sudah terpilah gender bahkan kalau di negara lain, misalnya dinegara Chili sudah tersedia data-data terpilah gender dan diumumkan secara resmi di websitenya," jelasnya.

Adapun gambaran pemenuhan data terpilah dan anak yang terdokumentasi pada portal SatuData Kota Kediri saat ini, yang sudah terpilah gender sebanyak 51 data dari total 123, artinya masih terdapat 72 data yang belum terpilah gender.

Dalam penghimpunannya juga melibatkan hampir seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Kediri, karena data tersebut sangat penting dimanfaatkan oleh seluruh OPD dalam menyelenggarakan program kegiatan.

Baca juga: Sinergi Pemkot Kediri dan BI, Bazar Pangan Murah Sekaligus Layanan Publik untuk Warga

“Kendalanya masih ada OPD yang belum paham bagaimana cara memilah gender, bagaimana memilah kegiatan terpilah gender misalnya ada ramah anak, ramah perempuan itu kan terpilah gender. Ada toilet anak, toilet perempuan, toilet laki-laki itu merupakan data-data terpilah gender," ujarnya.

Dengan berlangsung sosialisasi tersebut, Fajri berharap agar seluruh OPD menjadi lebih paham bahwa gender tidak hanya menyangkut soal jenis kelamin, lebih dari itu dengan memperhatikan perbedaan peran, kebutuhan, dan potensi antara laki-laki dan perempuan dalam berbagai aspek kehidupan. (Kyo)

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru