JAKARTA (Realita) – Pemerintah diminta untuk tidak hanya fokus pada kebijakan pembatasan game online, tetapi juga memperkuat sistem pengawasan digital demi melindungi anak dan remaja dari dampak negatif dunia maya.
Desakan ini muncul setelah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berencana menerapkan sistem pembatasan waktu bermain game online. Sejumlah pakar menilai langkah tersebut belum cukup tanpa adanya sistem perlindungan yang komprehensif.
Baca juga: Jika Anak Kita Boleh Mengemudi Algoritma, Mengapa Kita Tak Boleh Memasang Rem?
Menurut Peneliti Center for Digital Society (CfDS) Universitas Gadjah Mada, Fariz Danu Setiawan, permasalahan utama bukan sekadar lamanya waktu bermain, tetapi juga lemahnya kontrol terhadap konten, transaksi mikro, dan akses anak terhadap game berisiko tinggi.
“Tanpa sistem pengawasan yang terintegrasi, pembatasan hanya bersifat sementara. Anak-anak masih bisa berpindah ke platform lain yang tidak terpantau,” ujar Fariz, dikutip dari Kompas, Senin (10/11/2025).
Baca juga: Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Mainan Medsos di Australia
Fariz menilai, pengawasan harus dibangun dalam ekosistem yang melibatkan pengembang game, orang tua, lembaga pendidikan, serta pemerintah. Dengan begitu, kebijakan yang diterapkan tidak hanya bersifat reaktif, tapi juga edukatif.
Pemerintah melalui Kominfo telah menyiapkan sejumlah langkah lanjutan, antara lain penguatan klasifikasi konten game berdasarkan usia pengguna, verifikasi akun pemain, dan pengendalian transaksi dalam aplikasi (in-app purchase).
Baca juga: Menkominfo: Top Up Game Online Itu Judi Online
Sementara itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) juga menyoroti pentingnya literasi digital dalam keluarga. Banyak anak masih mengakses game tanpa pengawasan orang tua, sehingga berisiko terpapar konten kekerasan atau eksploitasi digital.
Langkah kolaboratif antara pemerintah, industri, dan masyarakat dinilai penting untuk menciptakan ruang digital yang aman bagi generasi muda. Sebab di era digital ini, pembatasan saja tidak cukup — yang dibutuhkan adalah sistem yang mendidik, mengarahkan, dan melindungi secara berkelanjutan.
Editor : Redaksi