DEPOK (Realita) - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan apresiasinya kepada Korps Brimob Polri dalam acara tasyakuran HUT ke-80 di Mako Brimob, Kelapa Dua, Kota Depok, Jumat (14/11/2025).
Kapolri menegaskan bahwa Brimob bukan hanya pasukan elit Polri, tetapi juga memiliki sejarah panjang sebagai polisi pertama Indonesia sejak masa kemerdekaan.
Baca juga: Siaga Amankan Konferensi ke-19 Parlemen OKI di Gedung DPR/MPR RI, Satuan Brimob: Siaga
Dalam sambutannya, Kapolri menekankan peran historis Brimob yang tak bisa dipisahkan dari perjuangan bangsa.
“Artinya, Brimob adalah polisi pertama Indonesia di masa kemerdekaan pada saat merebut dan memperjuangkan kemerdekaan yang kita raih pada saat itu,” ujar Kapolri.
Kapolri juga menyoroti kiprah Korps Brimob yang dinilai konsisten mendukung Polri Presisi.
Mulai dari kegiatan sosial, pembinaan masyarakat, hingga pengamanan berbagai event nasional dan internasional, Korps Brimob dianggap selalu berada di garda terdepan.
Tak hanya memberi apresiasi dalam kata-kata, Kapolri turut menyerahkan sejumlah penghargaan kepada personel berprestasi serta anggota yang menerima promosi pendidikan.
“Apa yang kita berikan ini adalah wujud terima kasih institusi Polri terhadap seluruh anggota Brimob yang telah berjuang menjaga keamanan negeri ini,” ucap Kapolri.
Dalam kesempatan itu, Kapolri menyoroti ancaman global yang semakin meningkat.
Dari cuaca ekstrem, konflik bersenjata, polarisasi sosial, hingga misinformasi, semua diprediksi akan memberi dampak signifikan terhadap keamanan nasional.
Karena itu, Kapolri meminta Korps Brimob untuk terus meningkatkan kemampuan teknis dan mental, serta memperkuat penguasaan teknologi modern guna menghadapi ancaman yang semakin kompleks.
Kapolri juga menegaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana, konflik, dan gangguan Kamtibmas.
Pendekatan keamanan, menurut Kapolri, harus diimbangi dengan pendekatan kemanusiaan.
“Jadilah pasukan yang selalu memberikan perlindungan. Brimob adalah pasukan khusus, namun memiliki jati diri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” pesan Kapolri.
Baca juga: Ricuh di Ponorogo, Brimob Turun Tangan
Kapolri menambahkan bahwa penanganan unjuk rasa harus dilakukan secara profesional dan humanis.
Termasuk pemahaman penuh mengenai tahapan penggunaan kekuatan agar anggota tak ragu bertindak sesuai aturan.
Kapolri kembali mengingatkan semangat juang yang harus terus dijaga oleh seluruh jajaran Korps Brimob.
“Sekali melangkah pantang menyerah, sekali tampil harus berhasil,” tegas Kapolri.
Dalam kesempatan yang sama, Komandan Korps (Dankor) Brimob Polri Komjen Ramdani Hidayat turut memberikan arahan.
Ramdani menegaskan kembali komitmen Korps Brimob untuk hadir di tengah masyarakat dan mendukung setiap kebijakan pemerintah.
Ramdani mengutip kembali pesan Presiden mengenai kedekatan kepolisian dengan rakyat.
Baca juga: Berani Curi Mobil Brimob, Pemuda Tak Kenal Ini Akhirnya Ditembak
“Polisi Indonesia harus merasakan kesulitan rakyat, harus mendengar jeritan hati rakyat. Jadilah insan Bhayangkara yang mengabdikan dirinya untuk kejayaan nusa dan bangsa,” kata Ramdani.
Ramdani mengingatkan bahwa Brimob memiliki pekerjaan rumah besar untuk terus meningkatkan kepercayaan publik.
Selain itu, Ramdani menjelaskan bahwa tantangan Korps Brimob akan terus bertambah berat.
Mulai dari konflik geopolitik, perubahan iklim, hingga perkembangan teknologi, semuanya menuntut pasukan Korps Brimob untuk terus beradaptasi.
“Kita semua tidak boleh berpuas diri, karena ke depan masih banyak tantangan yang harus kita hadapi,” tegas Ramdani.
Di luar tugas keamanan, Ramdani juga memaparkan sejumlah capaian Korps Brimob, salah satunya kontribusi pada ketahanan pangan nasional.
“Jiwa raga kami akan kami serahkan kepada negara untuk menyukseskan seluruh program dan kebijakan pemerintah,” tutup Ramdani. hry
Editor : Redaksi