Bantah Eks Lokalisasi Dolly  Beroperasi lagi, Eri: Nggone Kos-kosan

realita.co
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Foto: Dok diskominfo

SURABAYA (Realita)- Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi membantah eks lokalisasi Dolly yang berada di kawasan Putat Jaya., Kecamatan Sawahan, kembali beroperasi.

Hal itu dikatakannya merespons penggerebekan polisi di sebuah rumah atau kos-kosan di kawasan eks lokalisasi Dolly, yang diduga kembali jadi tempat prostitusi. Setidaknya empat orang ditangkap.

Baca juga: Baru Beroperasi, Satgas Premanisme dan Mafia Tanah Surabaya Terima Puluhan Aduan

Eri mengatakan, penindakan bukan berada di area eks lokalisasi Dolly, melainkan rumah kos atau kos-kosan di sekitar kawasan tersebut.

"(Penindakan) itu bukan di Dolly-nya, tapi nang nggone kos-kosan, bukan di tempat Dolly-nya. Kalau Dolly-nya clear, aman," kata Eri, Selasa (18/11/22025) kemarin.

Meski demikian, Wali Kota Eri menegaskan bahwa Pemkot Surabaya bersama kepolisian akan terus melakukan pengawasan secara berkelanjutan.

Baca juga: Tak Kantongi Hubungan Hukum, Pasar Simo Mulyo Dibongkar Pemkot Surabaya

"Karena itulah kami selalu gerak terus (patroli), sampai sekarang nggak pernah berhenti," katanya.

Ia menambahkan bahwa pemantauan di berbagai titik, termasuk eks lokalisasi Moroseneng dan Dolly, akan terus dilakukan secara intensif.

"Jadi mulai Moroseneng - Dolly, kita join sama Polrestabes Surabaya terus. Itu tergantung warga. Makanya saya bilang, titip kepada warganya," ujarnya.

Baca juga: Sepanjang 2025, Kunjungan ke MPP dan SPP Surabaya Tembus 267.879 Orang

Terkait terduga pelaku yang telah diamankan kepolisian, Eri meminta agar sanksi tegas diterapkan bagi mereka yang terbukti terlibat dalam praktik prostitusi.

"Tersangkanya sanksi berat, yang seperti ini (prostitusi) haram," pungkasnya.ty

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru