Usai Mainan Air Hujan, Bocah Perempuan Usia 8 Tahun Asal Blitar Hilang sejak Dua Hari Lalu

realita.co
Surat keterangan hilang dari polisi. Foto: Humas

BLITAR (Realita) — Seorang bocah perempuan berinisial APN (8) dilaporkan hilang di Desa Jaten, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar. Keluarga melaporkan anak tersebut hilang setelah dua hari tidak kembali ke rumah.

Kapolsek Wonodadi Iptu Al Sukron SH melalui Kasi Humas Polres Blitar Iptu Samsul Anwar, mengatakan, Polsek bersama pihak kecamatan Wonodadi dan masyarakat melakukan upaya pencarian korban, namun sampai Kamis dini hari belum ditemukan.

Baca juga: Seruan MenPPPA untuk Hentikan Kekerasan pada Anak, Awasi Mereka di Ruang Publik

" Setelah pencarian sampai sore ini  (Jumat 21 November 2025) belum ditemukan, kita koordinasi dngn pihak BPBD dan BASARNAS sejak Kamis, juga pihak Kec.Wonidadi sekaligus dengan Pemdes, sekaligus untuk pencarian korban di seputaran lokasi desa Jaten belum berhasil di mana posisi korban," kata Iptu Samsul.

Masih menurut Iptu Samsul APN 8 tahun dengan tinggi badan 130 Cm, kulit sawo matang, wajah oval, rambut lurus, serta berkebutuhan kusus dan korban itu tinggal bersama keluarganya

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Wahyudi, membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya, laporan diterima petugas pada Jumat (21/11/2025) sore.

“Keluarga korban menyampaikan bahwa APN hilang sejak Rabu (19/11/2025). Mereka telah berusaha mencarinya, namun tidak membuahkan hasil. Akhirnya, laporan dibuat kepada kami dan pihak kepolisian kemarin sore,” ujar Wahyudi, Sabtu (22/11/2025).

Baca juga: Anak Perempuan Usia 4 Tahun Hilang, Ditemukan Tewas di Rumah Tetangga

Keluarga menyebutkan, korban terakhir kali terlihat sedang bermain air hujan di depan rumah. Dugaan sementara, korban bisa saja hanyut atau berada di lokasi lain.

Berdasarkan keterangan saksi, APN terlihat berjalan menuju arah Sungai Proyek Jaten, yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah.

Pihak BPBD telah menerjunkan personel untuk melakukan peninjauan lokasi dan asesmen di lapangan. Selain itu, tim juga menggali informasi tambahan terkait hilangnya korban serta berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

Baca juga: Remaja Jadi Target, Polisi Bongkar Praktik Penjual Obat Keras di Cinere Depok

Korban saat terakhir terlihat mengenakan baju berwarna ungu dan celana kuning. Wahyudi menambahkan, APN memiliki ciri khusus yakni mengalami kesulitan atau keterlambatan dalam berbicara.

“Personel sudah berada di lokasi untuk pemantauan dan asesmen. Rencananya pencarian akan terus dilanjutkan dengan koordinasi bersama pihak terkait,” pungkas Wahyudi.yon

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru