SEORANG remaja berusia 17 tahun merekam sebuah pembunuhan. Ini alasannya: "Bagian dari kehidupan."
Media "Nowa Trybuna Opolska" menggambarkan sebuah rekaman yang dirilis oleh seorang remaja berusia 17 tahun yang diduga terlibat dalam kejahatan di Kadłub. Di dalamnya, ia menjelaskan mengapa ia membunuh ayah tirinya dan neneknya.
Pembunuhan itu terjadi pada hari Kamis dini hari (26 Februari) di Kadłub (Provinsi Opole) Polandia. Semuanya berawal dari rekaman video pembunuhan brutal itu yang di buat dan dibagikan oleh pelaku secara online yang menjadi viral
Pertama-tama remaja tersebut memperlihatkan dirinya sedang berlatih menggunakan kapak, kemudian dalam video lain ia menikam ayah tirinya dan neneknya yang sedang tidur hingga tewas. Polisi melaporkan bahwa pria berusia 38 tahun dan wanita berusia 87 tahun tersebut meninggal dunia akibat luka-lukanya. Petugas dari Biro Pusat Pemberantasan Kejahatan Siber memperoleh video tersebut dan melacak lokasi pembunuhan.
"Malam ini, petugas dari Biro Pusat Pemberantasan Kejahatan Siber memperoleh informasi dari media sosial bahwa sebuah kasus pembunuhan diduga telah terjadi di Polandia, yaitu pembunuhan terhadap dua orang. Dengan menggunakan kemampuan teknis, petugas berhasil melacak lokasi kejadian. Petugas dari Strzelce Opolskie tiba di lokasi kejadian dan menemukan mayat dua orang di sebuah apartemen di salah satu properti tersebut, kata Asp. Senior Piotr Chwastowski dalam konferensi pers.
Menurut "Nowa Trybuna Opolska," sebuah video lain juga muncul secara daring di mana remaja berusia 17 tahun itu mengungkapkan motif tindakannya. Video tersebut beredar di media sosial. Video itu hanya menunjukkan wajah remaja tersebut dan pintu masuk ke sebuah ruangan, kemungkinan kamar tidurnya.
"Halo, saya seorang pembunuh keluarga, saya membunuh dua orang di rumah saya," kata remaja berusia 17 tahun itu. Dia kemudian mengakui telah memberi tahu pihak berwenang tentang ancaman bom palsu di beberapa lokasi di Polandia. Dia kemudian mengatakan bahwa dia telah menjadi korban kekerasan di tangan seorang kenalan. Dia menambahkan bahwa ini adalah "pernyataan terakhirnya." Dia kemudian menjelaskan motifnya. Dia menyatakan bahwa pembunuhan adalah "bagian dari kehidupan" dan bahwa itu "bukan masalah" di masa lalu.
Ia menambahkan bahwa rekaman kejahatan tersebut akan tersedia di salah satu situs web atau "di beberapa folder." "Selamat tinggal," kata remaja itu, mengakhiri rekaman.
Kriminolog Paweł Moczydłowski mengomentari video tersebut dalam sebuah wawancara dengan "NTO."
Tampaknya remaja ini mungkin memiliki gangguan kepribadian yang mendalam, yang muncul setelah ditolak oleh teman sebaya, kenalan, dan orang-orang terkasih selama masa remaja. Pengabaian emosional ini menyebabkan dia sepenuhnya fokus pada dirinya sendiri, menyerahkan hidupnya ke internet, demikian kesimpulan pakar tersebut.
"Fakta bahwa dia merekam momen pembunuhan itu adalah langkah yang diperlukan agar dia diperhatikan. Dia, yang telah diabaikan dan tidak terlihat selama bertahun-tahun, sekarang akan menjadi buah bibir di kota," tambah Moczydłowski.
Pada hari Kamis, sekitar pukul 1 siang, polisi menangkap pelaku di distrik Krapkowice, tempat ia bersembunyi di semak-semak. "Pada saat penangkapan, ia tidak bersenjata dan tidak melakukan perlawanan. Ia tenang dan tidak memberikan penjelasan," kata polisi. Ia dibawa ke kantor polisi. Ia akan menjalani penyelidikan lebih lanjut pada hari Jumat di kantor kejaksaan di Strzelce Opolskie.
Kepolisian akan memeriksa apakah dia berada di bawah pengaruh alkohol atau obat-obatan terlarang dan bagaimana kondisi mentalnya pada saat melakukan pembunuhan tersebut. Dia menghadapi hukuman penjara seumur hidup.gu
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-47131-remaja-17-tahun-bunuh-ayah-tiri-dan-nenekanya-lalu-merekamnya