Pemkab Jember Kerahkan Tim Ahli Awasi SPPG, Pengawasan Program MBG Diperketat

JEMBER (Realita) - Pemerintah Kabupaten Jember memperketat pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menerjunkan tim ahli dalam supervisi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh dapur pelayanan gizi memenuhi standar kesehatan, keamanan pangan, hingga kelayakan infrastruktur secara menyeluruh.

Supervisi lintas sektoral yang digelar di Kecamatan Patrang, Jumat (29/5/2026), tidak hanya melibatkan unsur pemerintah daerah dan aparat wilayah, tetapi juga tenaga ahli dari berbagai bidang teknis. Pemeriksaan dilakukan secara detail mulai dari sistem pengolahan makanan, sanitasi, pengelolaan limbah, hingga kualitas bangunan dapur.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Jember, Indra Tri Purnomo, menegaskan bahwa pengawasan dilakukan secara ketat dan terukur. Setiap tim pemeriksa diwajibkan mengisi formulir ceklis lengkap disertai catatan dan alasan logis terhadap kondisi yang ditemukan di lapangan.

“Petugas memeriksa kelayakan bangunan, luas ruangan, tingkat kebersihan, hingga sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Kami juga memastikan standar operasional prosedur pengolahan makanan benar-benar diterapkan setiap hari,” tegas Indra.

Dalam supervisi tersebut, tim ahli kesehatan dari Dinas Kesehatan diterjunkan untuk menilai aspek higienitas makanan, pemenuhan gizi, serta standar keamanan konsumsi. Sementara tenaga teknis dari Dinas PU Bina Marga dan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya memeriksa kekuatan dan kelayakan bangunan dapur SPPG.

Tak hanya itu, ahli lingkungan dari Dinas Lingkungan Hidup juga dilibatkan guna memastikan sistem pengelolaan limbah dan sanitasi berjalan sesuai standar. Pemeriksaan turut diperkuat dengan keterlibatan DPMPTSP dan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dalam mengecek legalitas serta perizinan operasional.

“Hasil pengawasan ini tidak hanya menjadi laporan biasa. Semua dokumentasi berupa foto, video, dan catatan lapangan akan menjadi bahan rekomendasi strategis bagi Bupati Jember sebelum diteruskan ke Badan Gizi Nasional,” ujarnya.

Indra menambahkan, keterlibatan tim ahli menjadi langkah penting agar program MBG tidak dijalankan secara administratif semata, melainkan benar-benar terukur kualitasnya. Pemerintah Kabupaten Jember ingin memastikan tidak ada celah yang dapat memicu persoalan kesehatan maupun polemik di masyarakat.

“Melalui pengawasan lintas sektor dan keterlibatan tenaga ahli, kami ingin memastikan program Makan Bergizi Gratis berjalan transparan, aman, berkualitas, dan memberi dampak positif nyata bagi masyarakat,” tandasnya.

Editor : Redaksi

Berita Terbaru