JEMBER (Realita) - Warga Kabupaten Jember kini semakin mudah memantau harga kebutuhan pokok tanpa harus bertanya kepada pedagang atau petugas pasar. Cukup dengan memindai barcode menggunakan telepon seluler, masyarakat dapat langsung mengetahui perkembangan harga sembako secara realtime di sejumlah pasar tradisional.
Inovasi digital tersebut diterapkan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Jember sebagai upaya meningkatkan keterbukaan informasi harga pangan sekaligus mempermudah akses layanan publik berbasis teknologi.
Barcode informasi harga itu telah dipasang di beberapa pasar pantauan, di antaranya Pasar Tegal Besar, Pasar Kreongan, Pasar Tanjung, dan Pasar Wirolegi. Saat dipindai, barcode akan mengarahkan pengguna ke Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Provinsi Jawa Timur yang menyajikan data harga komoditas secara aktual.
“Melalui barcode ini, masyarakat bisa melihat harga bahan pokok secara realtime karena datanya langsung terintegrasi dengan Siskaperbapo Provinsi Jawa Timur,” ujar Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan dan Pengendalian Barang Pokok Penting Diskopumdag Jember, Lilik Makhfiyah, Kamis (28/05/2026).
Menurut Lilik, kehadiran barcode tersebut membuat masyarakat tidak perlu lagi mencari informasi harga dari berbagai sumber. Warga cukup memindai barcode yang tersedia di area pasar untuk mengetahui perkembangan harga kebutuhan pokok secara cepat dan praktis.
Berbagai komoditas penting yang dapat dipantau antara lain beras, gula pasir, minyak goreng, telur ayam, cabai, bawang merah, bawang putih, daging ayam, hingga daging sapi. Data harga diperbarui secara berkala agar sesuai dengan kondisi pasar terkini.
“Data harga yang tampil akan terus diperbarui secara rutin sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan sesuai kondisi pasar saat itu,” kata Lilik.
Siskaperbapo sendiri merupakan sistem informasi milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang digunakan untuk memantau ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok di berbagai daerah. Sistem tersebut menghimpun data harga dari sejumlah pasar tradisional yang menjadi titik pemantauan resmi pemerintah.
Penerapan barcode di pasar pantauan ini menjadi bagian dari pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan publik. Selain meningkatkan transparansi harga pangan, langkah tersebut juga diharapkan dapat mendorong literasi digital masyarakat di tengah perkembangan teknologi informasi.
“Kami berharap masyarakat semakin aktif memanfaatkan fasilitas ini agar bisa merencanakan kebutuhan belanja sehari-hari dengan lebih bijak sesuai perkembangan harga di pasaran,” pungkasnya.
Editor : Redaksi