RAMADHAN adalah bulan ibadah dan kesempatan besar untuk meraih pahala. Namun, penting bagi kita untuk bertanya pada diri sendiri yaitu apakah kita berpuasa benar-benar karena Allah, atau hanya karena ingin diet, ikut tren, atau sekadar mengikuti lingkungan?
Dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى
“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan.” (HR Bukhari: 1 dan Muslim: 1907).
Hadits ini menegaskan bahwa nilai puasa sangat ditentukan oleh niat. Jika seseorang berpuasa hanya untuk menurunkan berat badan atau karena tidak enak dengan lingkungan, maka ia hanya mendapatkan manfaat duniawi.
Diet dan kesehatan boleh saja menjadi manfaat tambahan. Namun, itu bukan tujuan utama. Niat utama haruslah karena taat kepada Allah, mengharap ridha dan pahala-Nya. Jangan sampai ibadah kita berubah menjadi sekadar rutinitas atau ajang pencitraan.
Mari luruskan niat kita di bulan Ramadhan ini. Jadikan puasa sebagai bentuk ketaatan yang tulus kepada Allah, agar kita tidak hanya mendapatkan lapar dan haus, tetapi juga ampunan dan pahala yang besar. Semoga Ramadhan kita lebih bermakna dan penuh keberkahan.
Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-47134-puasa-karena-diet-atau-tren-bolehkah