Bocah Ditemukan Meninggal di Lipatan Wahana Istana Balon yang Sudah Dikempeskan

realita.co
Istana balon tempat korban tewas. Foto: Maina


Malam itu, sebuah kejadian memilukan terjadi di Kota Sungai Penuh…

Sebuah peristiwa yang seharusnya tidak pernah dialami oleh siapa pun, terutama seorang anak kecil yang hanya ingin bermain.

Baca juga: Rektor UMMI Bogor Hadiri Forum Komunikasi P4GN BNNK Bogor, Ini Usulannya?

Sekitar pukul 20.00 WIB, seorang anak bernama Gilang meminta izin kepada orang tuanya untuk bermain di wahana istana balon di Lapangan Merdeka.

Usianya masih belia, hatinya masih bersih—hanya ingin bersenang-senang, seperti anak-anak pada umumnya.

Namun waktu terus berjalan, hingga pukul 21.00 WIB, Gilang tak kunjung kembali.

Rasa cemas mulai memenuhi hati orang tua dan keluarganya. Mereka menyisir seluruh area, bertanya pada penjaga wahana… tetapi jawaban yang mereka dapatkan justru mengejutkan:

“Tidak ada melihat Gilang bermain di sini.”

Panik semakin memuncak.
Keluarga mencari, berteriak memanggil nama Gilang, berharap ada jawaban… tapi tidak ada satu pun yang menyahut.

Hingga akhirnya, sekitar pukul 21.15 WIB, sang kakek, Pak Saprudin, kembali mendatangi pemilik istana balon.

Baca juga: Serdik Sespimmen Polri Dikreg ke-63 Melaksanakan KKP di Polresta Bogor

Ia meminta agar balon yang sudah ditutup dan dilipat itu dibuka kembali.

Dan di sanalah, 
Dengan hati yang hancur, mereka menemukan Gilang kecil…
Terlentang di dalam lipatan balon yang sudah terbungkus, tak sadarkan diri.

Gilang segera dilarikan ke Rumah Sakit DKT Sungai Penuh.
Keluarga berlari, berharap masih ada keajaiban.
Namun takdir berkata lain.

Pukul 21.30 WIB, dokter menyatakan bahwa Gilang telah tiada.

Sebuah malam yang seharusnya penuh tawa berubah menjadi duka terdalam bagi keluarga.

Baca juga: Pria Misterius Terobos Masuk Istana Bogor

Peristiwa ini adalah pengingat bagi kita semua
Anak-anak adalah amanah. Mereka butuh pengawasan, perlindungan, dan perhatian penuh.
Satu kelalaian, satu detik lengah, bisa berubah menjadi penyesalan seumur hidup.

Semoga kisah ini menjadi pelajaran bagi kita semua…
Dan semoga Gilang mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.
Amin.

 


.

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru