MADIUN (Realita) - Suasana kebersamaan terlihat dalam kegiatan latihan atlet IBCA BFC MMA Kota Madiun yang digelar di GOR Kota Madiun, Jumat (13/3/2026). Selain menjalani program latihan rutin sebagai persiapan menghadapi Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) MMA Jawa Timur 2026, para atlet juga mengadakan kegiatan buka puasa bersama (bukber) sebagai ajang mempererat kebersamaan antara atlet dan pelatih.
Kegiatan yang berlangsung pada sore hari tersebut diawali dengan sesi latihan teknik dan fisik. Menjelang waktu berbuka, para atlet kemudian berkumpul untuk menikmati hidangan berbuka puasa bersama di Warteg 99 Madiun, Rawa Bening Edu Park, menciptakan suasana kekeluargaan di tengah kesibukan persiapan menghadapi kejuaraan.
Ketua IBCA BFC MMA Kota Madiun, Armaya, mengatakan bahwa jadwal latihan tidak mengalami perubahan meskipun sebagian atlet sedang menjalankan ibadah puasa.
“Ini memang latihan rutin kami yang dilaksanakan setiap Rabu dan Jumat. Walaupun sekarang bulan puasa, atlet yang beragama Islam tetap menjalankan ibadahnya, sementara yang lain juga tetap mengikuti latihan. Sekaligus kami mempersiapkan diri untuk Kejurprov dan Porprov MMA Jawa Timur pada bulan Juni nanti,” ujar Armaya di sela-sela latihan.
Ia menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 25 atlet yang sedang menjalani pembinaan secara intensif. Namun, jumlah tersebut nantinya akan kembali diseleksi untuk menentukan atlet yang benar-benar siap bertanding dalam kejuaraan mendatang.
“Dari 25 atlet ini nanti akan melalui seleksi bersama, untuk melihat kesiapan mereka sebelum diturunkan dalam pertandingan pada bulan Juni,” jelasnya.
Prestasi yang diraih para atlet MMA Kota Madiun dalam beberapa kejuaraan terakhir juga cukup membanggakan. Pada kejuaraan yang digelar di Tuban pada Desember 2025, tim MMA Kota Madiun berhasil meraih 1 medali emas dan 3 medali perak.
Sementara pada Kejurprov MMA di Surabaya tahun 2026, mereka sukses membawa pulang 3 medali emas dan 2 medali perunggu.
“Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kami semua. Apalagi salah satu atlet kami, Naufal Zaidan, juga mendapat kesempatan mengikuti seleksi PON dari Jawa Timur dan alhamdulillah berhasil lolos hingga tahap akhir,” ungkapnya.
Menurut Armaya, pencapaian tersebut tidak lepas dari pembinaan yang dilakukan secara konsisten, serta kekompakan para atlet dan pelatih yang berasal dari berbagai latar belakang perguruan bela diri.
“Kunci kami adalah kekompakan dan persatuan. Atlet di sini berasal dari berbagai aliran pencak silat dan komunitas, namun semuanya bergabung dalam satu forum yang dinaungi oleh Petarung Kehidupan untuk membawa nama baik Kota Madiun,” katanya.
Ia juga berharap pemerintah kota dapat turut berperan aktif dalam mendukung pembinaan atlet MMA di Kota Madiun.
“Pembinaan ini perlu terus mendapat dukungan agar para atlet tetap semangat dan mampu meraih prestasi yang lebih tinggi, bahkan hingga ke tingkat internasional,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu atlet MMA Kota Madiun yang berhasil meraih Juara 1 Kejurprov IBCA MMA, Naufal Zaidan, mengaku bersyukur karena mendapat kesempatan mengikuti seleksi menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).
Ia menjelaskan bahwa proses seleksi dilakukan setelah Kejurprov di Surabaya, di mana para atlet juara kemudian dipanggil untuk mengikuti seleksi Pusat Latihan Daerah (Puslada) sebelum ditentukan siapa yang akan mewakili daerah dalam ajang PON.
“Setelah Kejurprov di Surabaya kemarin, atlet yang meraih juara ditunjuk untuk mengikuti seleksi Puslada. Dari situ nantinya diseleksi kembali untuk menentukan atlet yang akan berangkat ke PON,” jelas Naufal.
Atlet yang mulai menekuni olahraga MMA sejak tahun 2023 tersebut berharap ke depan semakin banyak atlet muda dari Kota Madiun yang mampu meraih prestasi lebih tinggi.
“Harapan saya atlet-atlet Kota Madiun bisa terus berprestasi, tidak hanya di tingkat provinsi tetapi juga nasional, bahkan lebih dari itu,” pungkasnya. Yw
Editor : Redaksi