MADIUN (Realita) - Kota Madiun kembali menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan olahraga bela diri campuran (MMA). IBCA BFC MMA Kota Madiun secara resmi memberangkatkan 16 atlet terbaiknya untuk mengikuti Kejuaraan IBCA MMA se-Jawa Timur Piala Wali Kota Surabaya 2026, yang digelar pada Senin, 29 April 2026.
Keikutsertaan dalam ajang tingkat provinsi ini menjadi momentum penting bagi tim, terlebih dengan target ambisius yang telah ditetapkan. Ketua IBCA BFC MMA Kota Madiun, Armaya, menyampaikan bahwa timnya optimistis mampu meraih minimal empat medali emas serta empat medali perunggu.
Menurut Armaya, persiapan telah dilakukan secara intensif selama tiga bulan terakhir. Ia juga mengungkapkan bahwa pada sirkuit sebelumnya, tim berhasil mencatatkan prestasi dengan meraih tiga medali emas dan tiga perunggu dari delapan atlet yang diturunkan.
“Dengan persiapan yang maksimal dan kondisi atlet yang terus kami pantau, insyaallah target empat emas dan empat perunggu bisa tercapai,” ujarnya saat memantau sesi latihan di GOR Wilis, Kota Madiun.
Ia pun berharap dukungan penuh dari masyarakat Madiun agar para atlet dapat tampil maksimal dan membawa pulang prestasi yang membanggakan.
Sementara itu, Wakil Ketua IBCA BFC MMA Kota Madiun, Djoko Bambang Setiono yang akrab disapa Make Joka, menjelaskan bahwa jumlah atlet yang diberangkatkan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan sirkuit sebelumnya.
Jika sebelumnya hanya delapan atlet, kini jumlahnya menjadi 16 atlet.
Penambahan ini, menurutnya, merupakan bagian dari strategi pembinaan atlet muda. Mayoritas atlet yang diturunkan kali ini berasal dari kalangan pelajar, mulai dari tingkat SMP hingga SMA.
“Kami ingin memberi kesempatan kepada atlet pemula untuk menguji mental dan kemampuan mereka di ajang kompetitif. Ini bagian dari proses pembinaan jangka panjang,” jelasnya.
Make Joka juga menilai potensi atlet MMA di Kota Madiun sangat menjanjikan. Ia optimistis timnya mampu membawa pulang medali emas maupun perak dalam kejuaraan kali ini.
Dari sisi teknis, pelatih IBCA BFC MMA Kota Madiun, Andre, mengungkapkan bahwa program latihan difokuskan pada peningkatan disiplin, tanggung jawab, serta penguatan teknik bertanding.
Ia menyebutkan bahwa saat ini tim lebih memprioritaskan latihan grappling, mengingat teknik tersebut sangat penting dalam pertandingan MMA, terutama dalam penguasaan permainan bawah. Sementara itu, untuk teknik striking, para atlet dinilai sudah siap sepenuhnya.
“Striking sudah siap 100 persen, sekarang kami perkuat di grappling agar lebih maksimal saat bertanding,” ungkap Andre.
Meski demikian, Andre mengakui bahwa persaingan pada Sirkuit 2 Kejuaraan IBCA MMA Jawa Timur dipastikan akan berlangsung ketat. Hal ini dikarenakan banyaknya atlet dari berbagai daerah yang memiliki kualitas merata, termasuk mereka yang diproyeksikan masuk tim Puslatda Jawa Timur hingga ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Semua daerah punya kekuatan yang hampir merata, jadi setiap pertandingan pasti akan berlangsung sengit,” pungkasnya. yw
Editor : Redaksi