PADANG (Realita) - Ancaman kekeringan mulai membayangi ribuan hektare sawah di Kota Padang setelah dua bendungan irigasi, yakni Bendungan Koto Tuo dan Bendungan Gunung Nago, rusak berat diterjang banjir bandang pekan lalu.
Kerusakan ini membuat aliran air ke lahan pertanian warga terputus, sehingga produksi beras diprediksi menurun dalam beberapa waktu ke depan.
Baca juga: Masterplan Smart City Kota Padang 2025-2035 Masukkan Mitigasi Bencana
Di tengah situasi tersebut, Badan Pangan Nasional (Bapanas) hadir memberikan dukungan nyata. Sebanyak 95 ton beras dikirimkan ke Posko Bencana Pemerintah Kota Padang di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Rabu (3/12/2025), untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak bencana.
“Bantuan beras sebanyak 95 ton ini bagi warga Kota Padang yang terdampak bencana banjir,” ujar Pengawas Mutu Hasil Pertanian, Direktorat Perumusan Standar Keamanan dan Mutu Pangan, Bapanas, Andang Rahmatullah.
Dari total bantuan, sebanyak 21 ton telah disalurkan kepada warga. Sisanya akan dibagikan secara bertahap selama masa tanggap darurat. Setiap warga yang terdata sebagai korban terdampak akan menerima 250 gram beras per orang per hari, sesuai standar penanganan darurat pangan.
Andang berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat.
Baca juga: Tanoto Foundation Salurkan 300 Paket Bantuan untuk Korban Bencana di Padang
“Kami turut prihatin atas bencana ini. Semoga kondisi segera pulih dan bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan baik,” ungkapnya.
Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan apresiasi kepada Bapanas atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Ia memastikan seluruh beras yang datang akan tersalurkan secara tepat sasaran.
“Saya sudah pastikan supaya beras ini sampai ke warga,” tegas Fadly.
Baca juga: Pemko Bandar Lampung Bawa Bantuan Rp200 Juta ke Padang, Sekda: Kami Terharu Kepedulian Daerah Lain
Dengan aliran irigasi yang belum pulih dan ancaman kekeringan yang nyata, bantuan pangan ini menjadi krusial untuk menjaga ketahanan pangan warga Kota Padang hingga sarana irigasi dapat kembali berfungsi normal.
Pemerintah Kota bersama pemerintah pusat terus berkoordinasi untuk percepatan perbaikan dua bendungan yang menjadi tumpuan utama pertanian di daerah tersebut. (Amryan)
Editor : Redaksi