Gegara Warisan, Ayah Bunuh Anak Kandung lalu Melarikan Diri

realita.co
Peristiwa pembunuhan oleh ayah terhadap anak kandung yang viral. Foto: Neymar de J

SAO PAULO (Realita)- Seorang anak dibunuh oleh ayahnya sendiri selama perkelahian sengit memperebutkan harta senilai jutaan reais di daerah pedesaan São Paulo, Brasil.

Kejahatan yang mengejutkan wilayah tersebut terjadi pada hari Minggu lalu (14 Desember) dan mengungkap ketegangan keluarga yang melibatkan sengketa warisan dan hukum.

Baca juga: Marah Soal Warisan, Keponakan Tusuk Pamannya Pakai Tombak

Emerson, sang korban, telah memenangkan hak hukum atas tanah tersebut, yang masih terdaftar atas nama ayahnya sendiri, Virgílio.

Dengan percaya diri akan keputusan pengadilan, ia mengumpulkan istri, putri, dan menantunya untuk mengusir ayahnya dari tanah tersebut.

Diskusi dimulai secara verbal, tetapi dengan cepat meningkat ketika Virgílio, yang bersenjata dan didampingi oleh seorang kaki tangan, bereaksi dengan kekerasan.

Istri Emerson, yang mengantisipasi keributan, mulai merekam kejadian tersebut untuk mengumpulkan bukti. Ia tidak menyangka akan menyaksikan suaminya ditembak terlebih dahulu oleh kaki tangan sang ayah, diikuti oleh putri mereka.

Baca juga: Rebutan Warisan di Mamuju Berujung Pembunuhan, Satu Tewas

Emerson tewas di tempat kejadian, sementara putri dan menantunya ditembak dan dibawa ke rumah sakit dengan luka serius.

Pelaku penembakan yang menemani Virgílio ditangkap polisi segera setelah kejahatan itu terjadi. Namun, Virgílio berhasil melarikan diri dan masih buron, dengan pihak berwenang siaga penuh untuk menangkapnya.

Keluarga korban memberikan kesaksian dan mencari keadilan, sementara kasus ini mendapat perhatian nasional karena melibatkan tragedi keluarga yang dimotivasi oleh kepentingan harta.

Baca juga: Ayah di Papua Tengah Tega Hamili Anak Kandung Sendiri dan Membunuhnya

Investigasi menunjukkan adanya sejarah perselisihan antara ayah dan anak, yang diperparah oleh kenaikan nilai tanah di wilayah tersebut. Polisi sipil sedang menyelidiki apakah ada pihak lain yang terlibat dalam perselisihan tersebut.

 

 

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru