PONOROGO (Realita)- Terbakarnya Gudang Farmasi RSUD Dr Harjono Ponorogo, Minggu (04/01/2026) kemarin, mengungkap sejumlah fakta. Tak hanya menghanguskan 55 dokumen farmasi 5 tahun kebelakang, keberadaan CCTV pun hingga kini masih misterius.
Humas RSUD dr Harjono Ponorogo Sugianto mengatakan, untuk mendukung pengamanan, lingkungan rumah sakit plat merah ini didukung 185 titik kamera CCTV baik diluar gedung dan di dalam gedung. Pun termasuk gudang farmasi.
Baca juga: Aktor Bobby J. Brown Tewas Dalam Kebakaran Lumbung Gandum Miliknya
“ Ada 185 titik CCTV di RSUD ini,” ujarnya melalui pesan singkat, Selasa (06/01/2026).
Sugianto mengaku tidak mengetahui kondisi CCTV di gudang farmasi pasca gedung yang dibangun 2018 lalu senilai Rp 3,6 miliar itu terbakar. Sugianto memastikan CCTV tersebut tidak ikut diamankan petugas Polres Ponorogo.
Baca juga: 150 Personel Polres Nabire Lakukan Evakuasi usai Aksi Penyerangan dan Pembakaran Pos Tambang Emas
“ Belum cek. Tidak ikut diamankan,” jelasnya.
Sementara Kasi Humas Polres Ponorogo Iptu Yayun Sri Winingrum mengaku, kasus terbakarnya gudang farmasi RSUD Ponorogo masih dalam penyelidikan penyidik Sat-Reskrim. Pihaknya pun belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait perkembangan kasus ini.
Baca juga: Nyaris Tertimbun saat Lelap, Cerita Warga Ponorogo Selamat dari Gempa Pacitan M 6,4
“ Masih dalam penyelidikan, nanti kalau ada perkembangan kita sampaikan,” akunya.
Kejadian terbakarnya gudang farmasi ini pun mengundang spekulasi masyarakat. Pasalnya, gudang farmasi terbakar ditengah penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi di RSUD, yang telah menetapkan Direktur RSUD dr Harjono non aktif Yunus Mahatma, Sekda non aktif Agus Pramono, Bupati non aktif Sugiri Sancoko dan rekanan proyek RSUD Sucipto sebagai tersangka, kasus 3 klaster.znl
Editor : Redaksi