Banjir Rendam Ribuan Hektar Sawah di 5 Kecamatan di Lamongan, Gubernur Khofifah Turun

realita.co
Gubernur Khofifah tinjau banjir di Desa Laladan, Kecamatan Deket, Lamongan didampingi Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi. Foto: Defit

LAMONGAN (Realita) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten Lamongan bergerak merespons ancaman banjir di wilayah Lamongan seiring masuknya puncak musim hujan. 

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menginstruksikan percepatan normalisasi kanal sungai sepanjang 9 kilometer sebagai solusi permanen untuk mengatasi luapan air di kawasan Bengawan Jero yang merendam lima kecamatan di Lamongan. 

Baca juga: Sekdes Wonokromo Soal Dirinya Bersama Wanita di GPI: Saya Tidak Digerebek Dalam Kamar

Dirinya juga mengungkapkan berdasarkan data BMKG, terjadi lonjakan curah hujan pada bulan Januari. 

Hal tersebut disampaikan saat meninjau kondisi terdampak banjir sekaligus memberikan bantuan kepada warga Desa Laladan, Kecamatan Deket, Lamongan, Jawa Timur.

​Menurut BMKG Juanda, intensitas hujan pada Desember hanya sekitar 20 persen, sementara Januari ini mencapai 58 persen atau hampir tiga kali lipat. Pada Februari diprediksi turun kembali menjadi 22 persen, Sabtu (10/1/2026).

Baca juga: Produk Lokal Belum Maksimal Diserap Program MBG, UMKM Susu Kedelai Lamongan Kecewa

Tingginya curah hujan ini, masih menurut Khofifah, meningkatkan risiko luapan air di wilayah aliran Bengawan Jero yang melintasi lima kecamatan di Lamongan hingga bermuara ke Kabupaten Gresik. Sebagai solusi jangka panjang, Pemprov Jatim menyiapkan langkah struktural berupa normalisasi kanal sungai sepanjang sembilan kilometer.

​“Kami perlu komunikasi dan koordinasi intensif dengan Pemkab Gresik karena ada kekhawatiran limpasan air ke wilayah mereka. Semua langkah ini dilakukan agar aliran air bisa terkendali,” tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, M. Naim, mengatakan genangan paling parah terjadi di lima kecamatan, yakni Kecamatan Deket, Kalitengah, Turi, Karangbinangun, dan Glagah. Meski demikian, BPBD memastikan langkah antisipasi tetap berjalan. Empat pompa utama di bendungan Kuro, serta pintu air di Tambakombo tetap dioperasikan secara bergantian sesuai kondisi lapangan.

Baca juga: Partai Garuda Jatim Dukung UMKM Lamongan Hingga Tembus Pasar Internasional

“Kita antisipasi terus. Semua pompa di Kuro, dan pintu air Tambakombo tetap difungsikan. Lima kecamatan ini terdampak cukup luas. Seiribu lebih rumah warga terendam banjir dengan total sawah dan tambak yang tergenang sekitar 12 ribu hektare, dengan perkiraan kerugian kurang lebih Rp4 miliar,” ujar M. Naim.

Reporter : Defit Budiamsyah

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru