MADIUN (Realita) - Persentase capaian vaksinasi Covid-19 di Kota Madiun perlu diacungi jempol. Pasalnya, dibandingkan daerah lain di eka karisidenan Madiun, Kota Pendekar paling tinggi capaiannya. Bahkan dari 38 kota/kabupaten di Jawa Timur, menduduki peringkat ke lima.
Data hingga Kamis (7/10/2021), capaian vaksinasi sebesar 137.812 jiwa pada dosis pertama atau 88,93 persen total sasaran penduduk. Sementara dosis kedua menyasar 83.804 sasaran atau 54,08 persen dari total sasaran penduduk.
Baca juga: Dalami Pengembangan Kasus OTT Wali Kota Nonaktif Maidi, KPK Periksa Dirut BUMD hingga Camat
Walikota Madiun, Maidi mengaku, berbagai kiat dilakukan untuk memasifkan vaksinasi. Salah satunya, disetiap agenda kerja, dirinya selalu membawa tim vaksinator bersama tim rapid test antigen gratis. Tidak hanya agenda kerja di siang hari, namun juga dalam kegiatan malam seperti cangkrukan maupun salat isya’ berjamaah.
"Siang malam kita lakukan. Pokoknya nggak pernah leren. Itu (vaksinasi dan rapid test,red) kita kejar pokoknya,’’ katanya.
Setiap agenda kerjanya, tim membawa sedikitnya vial vaksin dan rapid test antigen untuk 300 orang. Warga yang hadir, menjalani rapid test. Jika belum divaksin, langsung menjalani suntikan. Asalkan hasil skrining dinyatakan layak.
Baca juga: Kasus Walikota Nonaktif Maidi Melebar, KPK Telusuri Aset dan Peran Banyak Pihak
‘’Semua kegiatan harus ada antigen dan vaksinasi,’’ ujarnya.
Untuk merangsang supaya warga mau menjalani vaksinasi, Maidi punya cara sendiri. Mereka diminta hadir dan diberikan hadiah sepaket sembako, komplit beserta masker. Tidak hanya itu, sepasang ayam juga diberikan bagi yang bersedia divaksin. ‘’Saya beri hadiah sepasang ayam kemarin ini, ini untuk merangsang masyarakat yang belum divaksin itu biar cepat," tuturnya.
Baca juga: KPK Geledah 12 Lokasi di Kota Madiun, Dalami Kasus Suap Proyek Libatkan Wali Kota Nonaktif Maidi
Cara lain yang dilakukan Walikota, dengan membentuk tim 12. Tim ini berisikan vaksinator yang bertugas berkeliling ke lingkungan guna memburu masyarakat yang belum divaksin. Termasuk masyarakat yang memiliki keterbatasan mobilitas akses menuju lokasi vaksinasi. Seperti lansia ngebrok.
‘’Tim 12 itu jemput bola. Keliling setiap hari," tandasnya.adv
Editor : Redaksi