Bupati Muhammad Fawait Siap Benahi Pelaksanaan MBG di Jember, Tegaskan Bukan Kesalahan Pemerintah Pusat

realita.co
Bupati Jember, Muhammad Fawait. Foto: Dok diskominfo

JEMBER (Realita) - Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan komitmennya untuk melakukan evaluasi dan perbaikan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya.

Ia secara terbuka menyatakan bahwa jika terdapat kekurangan dalam implementasi di daerah, hal tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, bukan pemerintah pusat maupun Presiden.

Baca juga: COLEPS Jember Kritik Keras Program MBG: Sekolah Diminta Tolak Distribusi Makanan Tak Layak

“Ini bukan salah pemerintah pusat, ini bukan salah presiden, ini salah saya. Salah soal ada kekurangan, wajar, namanya juga program besar dan cakupannya besar,” ujar Muhammad Fawait.

Menurutnya, program berskala nasional seperti MBG tentu membutuhkan proses penyempurnaan dalam pelaksanaannya di lapangan. Ia menilai satu tahun pelaksanaan bukanlah ukuran final keberhasilan program.

“Setahun ini menurut saya bukan jadi ukuran bahwa program ini tidak perlu perbaikan. Kalau ada kekurangan pelaksanaan, saya sebagai kepala daerah mohon maaf,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan kepala daerah lain untuk bersikap objektif dan tidak serta-merta menyalahkan pemerintah pusat atas persoalan teknis di daerah.

“Jangan sembunyi jika ada masalah di daerahnya masing-masing. Jangan semua disalahkan pemerintah pusat, apalagi presiden, terlalu jauh,” lanjutnya.

Baca juga: Menu MBG di Sejumlah Wilayah di Lamongan Dinilai Tidak Layak

Sebagai langkah konkret, Pemkab Jember akan memperkuat pengawasan melalui satuan tugas (satgas) yang fokus memastikan kualitas layanan dapur MBG tetap sesuai standar.

“Maka saya atas nama Bupati Jember akan mengefektifkan satgas bagi dapur-dapur yang main-main. Memberikan menu-menu yang menurut kami tidak pas harus hati-hati, karena kepala daerah punya hak memberikan rekomendasi kepada BGN untuk menghentikan,” jelasnya.

Pengawasan juga akan diperkuat melalui sistem digital. Satgas akan memastikan seluruh dapur MBG terhubung dengan sistem pemantauan berbasis CCTV.
“Satgas yang kami bentuk bisa memastikan CCTV terhubung ke dapur-dapur MBG yang ada di Kabupaten Jember,” ungkapnya.

Selain itu, seluruh pengelola dapur akan diwajibkan melaporkan menu harian yang diberikan kepada siswa sebagai bentuk transparansi.

Baca juga: Pemkab Jember Siapkan Intervensi Tiga Lapi Redam Lonjakan Harga Pangan Selama Ramadan dan Idul Fitri

“Kami akan segera kumpulkan kepala-kepala dapur dan membuat grup. Mereka wajib meng-update data menu makanan setiap hari yang diberikan kepada siswa,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Muhammad Fawait menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas hadirnya program MBG yang dinilai membawa harapan baru bagi daerah.

“Terima kasih Bapak Presiden, terima kasih pemerintah pusat. MBG ini menjadi harapan baru bagi Kabupaten Jember untuk menggeliat dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik,” pungkasnya.

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru