Daop 9 Jember Siapkan 120 Sarana untuk Angkutan Lebaran 2026

realita.co
Total 11 lokomotif dan 109 kereta telah dipersiapkan untuk melayani penumpang. Foto: KAI

JEMBER (Realita)- Menghadapi arus mudik Lebaran 2026 yang diprediksi meningkat signifikan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember memastikan seluruh armada dalam status siap operasi.

Total 11 lokomotif dan 109 kereta telah dipersiapkan untuk melayani penumpang.

Baca juga: Layanan Commuter Line Supas Sekarang Sampai Probolinggo

Kesiapan itu tidak berhenti pada armada utama. Daop 9 juga menempatkan satu lokomotif cadangan di Depo Lokomotif Jember sebagai antisipasi gangguan mendadak.

Di Depo Kereta Ketapang, satu kereta eksekutif (K1) dan satu kereta pembangkit disiapkan sebagai cadangan untuk menjaga kontinuitas perjalanan selama masa puncak Lebaran.

Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menegaskan bahwa seluruh sarana telah melewati pemeriksaan komprehensif sebelum dinyatakan layak jalan.

“Kami tidak ingin ada celah. Semua lokomotif dan kereta sudah melalui pemeriksaan detail dan dipastikan dalam kondisi prima. Keselamatan dan ketepatan waktu adalah harga mati selama Angkutan Lebaran 2026,” tegasnya, Rabu (4/3/2026).

Baca juga: Kasus Tumbler Hilang, Berakhir Damai

Untuk menjaga performa tetap stabil, Daop 9 menerapkan sistem perawatan berlapis. Perawatan terjadwal dilakukan secara rutin mulai dari P1 (bulanan), P3 (tiga bulanan), P6 (enam bulanan), hingga P12 (tahunan). Seluruhnya dilakukan di depo lokomotif dengan pengawasan teknis ketat.

Adapun perawatan besar seperti 24 bulanan, 48 bulanan, hingga 72 bulanan dikerjakan di Balai Yasa. Sementara jika ditemukan potensi gangguan saat pemeriksaan harian atau operasional, perbaikan langsung dilakukan tanpa menunggu jadwal berikutnya.

“Pemeriksaan mencakup sistem angin, diesel, elektrik, dan mekanik. Kami memastikan tidak ada komponen krusial yang terlewat. Perawatan konsisten ini bukan hanya soal keamanan, tapi juga menjaga efisiensi dan umur teknis sarana,” jelas Cahyo.

Baca juga: Penumpang KA di Wilayah Daop 7 Melonjak Jadi 25.956

Pengawasan eksternal juga diperkuat melalui ramp check bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian melalui Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya. Pemeriksaan ini memastikan setiap unit sarana memenuhi standar teknis dan regulasi keselamatan nasional.

Hasil ramp check menyatakan seluruh armada Daop 9 Jember memenuhi standar operasional. Manajemen pun langsung menginstruksikan pengawasan tambahan di lapangan, terutama pada komponen vital sebelum kereta diberangkatkan.

“Seluruh alat keselamatan wajib siap pakai. No Go Item tidak boleh bermasalah sedikit pun. Penggantian rem blok harus dimonitor ketat, dan laporan teknis dilakukan transparan agar dapat diawasi langsung oleh Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya,” Pungkas Cahyo. (R-Dy).

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru