PEKANBARU (Realita)- Hidung pesawat milik maskapai Garuda Indonesia mengalami kerusakan saat mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim ll (SSK II) Pekanbaru. Dalam video yang beredar di media sosial terlihat bagian depan pesawat itu pengok dan beberapa bagian catnya terkelupas.
Insiden tersebut dialami pesawat dengan nomor penerbangan GA 176 rute Jakarta-Pekanbaru pada Sabtu (7/3). Pesawat dengan registrasi PK-GFF itu membawa sekitar 30 penumpang.
Baca juga: Brett James, Musisi Peraih Grammy, Tewas dalam Kecelakaan Pesawat
"Penyebab benturan sampai saat ini masih dalam proses investigasi. Evaluasi akan kami sampaikan setelah hasil investigasi komprehensif dari instansi terkait keluar," kata General Manager Bandara Sulatan Syarif Kasim ll Pekanbaru, Achmad, Minggu (8/3).
Achmad mengatakan kerusakan itu diketahui saat pesawat mendarat. Teknisi bersama kru pesawat langsung melakukan pemeriksaan visual. Dari hasil pengecekan awal, ditemukan kerusakan cukup serius pada bagian radome atau hidung pesawat, khususnya di sisi kiri.
"Setelah mendarat, dilakukan inspeksi visual oleh teknisi dan kru pesawat. Dari pemeriksaan tersebut diketahui bahwa radome pesawat mengalami kerusakan yang cukup berat," jelasnya.
Akibat kerusakan itu, penerbangan lanjutan Garuda Indonesia GA 179 dengan rute Pekanbaru menuju Jakarta yang seharusnya dilayani oleh pesawat yang sama terpaksa dibatalkan.
Sebagai langkah antisipasi, penumpang yang sudah dijadwalkan berangkat dari Pekanbaru dialihkan menggunakan pesawat milik maskapai Citilink.
Baca juga: Kecelakaan Pesawat Kembali Terjadi di AS, Kali Ini Jet Pribadi Tabrak Pesawat Besar, 1 Tewas
"Alhamdulillah penumpang yang sedianya berangkat menggunakan Garuda dari Pekanbaru menuju Jakarta telah diberangkatkan menggunakan pesawat Citilink dengan nomor penerbangan QG033 pada pukul 19.12 WIB," ujarnya.
Pihak bandara memastikan seluruh penumpang yang terdampak telah mendapatkan solusi penerbangan alternatif sehingga perjalanan tetap dapat dilanjutkan pada hari yang sama.
Penjelasan Garuda Indonesia
Terkait insiden tersebut, Garuda Indonesia mengatakan kru pesawat telah mengindikasikan adanya unknown airborne object saat proses persiapan pendaratan di Bandara SSK II Pekanbaru. Meski begitu Garuda Indonesai memastikan pesawat tersebut mendarat dengan aman dan normal.
"Menindaklanjuti hal tersebut, Pilot in Command (PIC) segera menjalankan prosedur keselamatan sesuai standar operasional sehingga pendaratan dapat berlangsung aman dan terkendali," demikian keterangan tersebut dikutip dari akun Instagram @garuda.indonesia, Minggu (8/3).
Baca juga: Pesawat Milik Akademi Penerbangan Indonesia Jatuh di Laut Banyuwangi
"Seluruh penumpang dan awak pesawat tiba di Pekanbaru dalam kondisi baik dan turun dari pesawat secara normal," tambah keterangan itu.
Garuda Indonesia mengatakan pesawat tersebut langsung menjalani pemeriksaan teknis lanjutan serta perawatan armada. Maskapai juga terus berkoordinasi dengan otoritas penerbangan terkait hingga pesawat dinyatakan laik terbang.
"Garuda Indonesia juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul. Keselamatan dan kenyamanan penumpang senantiasa menjadi prioritas utama dalam setiap operasional penerbangan Garuda Indonesia," pungkasnya.ran
Editor : Redaksi