KEDIRI (Realita) - Dinas Kesehatan Kota Kediri meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran campak menjelang arus mudik Lebaran. Langkah ini dilakukan setelah muncul sejumlah temuan kasus terduga atau suspect campak pada anak di awal 2026.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) di Dinas Kesehatan Kota Kediri, Hendik Supriyanto, mengatakan peningkatan kasus campak juga terjadi secara global sejak 2025. Beberapa daerah di Jawa Timur bahkan sempat melaporkan kejadian luar biasa (KLB) terkait penyakit tersebut (11/3).
Baca juga: Wabah Campak Serang Ratusan Warga Sampang
“Kasus campak secara global memang terjadi peningkatan mulai dari tahun 2025 ke 2026. Tahun kemarin juga ada beberapa KLB di Jawa Timur terkait campak,” kata Hendik.
Di Kota Kediri sendiri, sejumlah anak dengan gejala demam dan ruam telah ditemukan dan masuk kategori suspect campak. Namun, untuk memastikan diagnosis, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya.
Baca juga: Wabah PMK Serang 30 Kabupaten/Kota di Jatim, Wali Kota Eri: Monitoring di Lapangan Diperketat
“Untuk awal 2026 di Kota Kediri sendiri masih suspect. Anak-anak dengan demam dan ruam, baik disertai batuk pilek maupun mata merah, itu sudah mengarah ke gejala campak. Tapi hasilnya masih menunggu pemeriksaan laboratorium,” ujarnya.
Hendik menjelaskan anak-anak menjadi kelompok paling rentan tertular campak, terutama yang belum mendapatkan imunisasi lengkap atau memiliki kondisi daya tahan tubuh rendah. Karena itu, Dinkes mengaktifkan kembali surveilans aktif di rumah sakit dan puskesmas agar kasus dengan gejala demam ruam bisa segera dilaporkan dan ditangani.
Baca juga: Campak Mengganas, Kasusnya Naik 32 Kali Lipat di Indonesia
“Kalau menemukan anak dengan demam ruam, kami minta segera dilaporkan. Nanti akan diambil sampelnya dan dilakukan pelacakan kontak erat untuk mencegah penyebaran lebih luas,” tutupnya.nia
Editor : Redaksi