KEDIRI (Realita) - Pemerintah Kota Kediri bersama jajaran TNI dan Polri memperkuat pengamanan menjelang arus mudik Lebaran melalui Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Balai Kota Kediri, Kamis (12/3).
Pengamanan ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat yang diperkirakan mencapai 143 juta orang secara nasional.
Baca juga: Kemiskinan Turun, IPM Tembus 82,71: Pendapatan Kota Kediri 2025 Juga Lampaui Target
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menjelaskan apel gelar pasukan menjadi bentuk pengecekan akhir kesiapan personel maupun sarana prasarana dalam menghadapi arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Menurutnya, peningkatan mobilitas masyarakat perlu diantisipasi dengan sinergi seluruh pihak.
“Apel ini merupakan bentuk komitmen kita bersama antara Pemkot Kediri, TNI-Polri dan stakeholder terkait untuk memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik dan Lebaran,” ujar Mbak Wali.
Baca juga: Amankan Mudik Lebaran, Polres dan Pemkot Kediri Siagakan Layanan Darurat dan Titip Kendaraan
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, sekitar 143 juta orang diprediksi melakukan perjalanan selama libur Lebaran tahun ini. Provinsi Jawa Timur menjadi salah satu wilayah dengan pergerakan pemudik tertinggi, baik sebagai daerah asal maupun tujuan perjalanan.
Untuk mengantisipasi dampak lonjakan tersebut, Kota Kediri menyiapkan tujuh pos pengamanan yang terdiri dari enam pos pengamanan dan satu pos pelayanan. Pos-pos ini akan menjadi pusat pengawasan arus lalu lintas sekaligus pelayanan bagi masyarakat dan pemudik yang melintas di wilayah Kota Kediri.
Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra menambahkan, dalam Operasi Ketupat 2026 pihaknya mengerahkan lebih dari 1.000 personel gabungan yang berasal dari Polri, TNI, pemerintah daerah serta sejumlah instansi terkait.
Baca juga: THR Tak Dibayar? Pemkot Kediri Siapkan Posko Pengaduan untuk Pekerja
“Dari Polres Kediri Kota sekitar 800 personel, ditambah dari Pemkot dan stakeholder lain sehingga totalnya lebih dari 1.000 personel. Mereka akan ditempatkan di pos-pos pengamanan dan melakukan patroli mobile selama 24 jam,” jelasnya.
Selain pengamanan arus lalu lintas, kepolisian juga mengantisipasi potensi gangguan keamanan menjelang Lebaran, seperti peningkatan kejahatan jalanan, bahaya petasan rakitan hingga risiko kebakaran di industri rumah tangga. Polisi pun mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan.nia
Editor : Redaksi