SURABAYA (Realita) – Aroma sambal pedas yang menggoda perlahan memenuhi dapur sederhana itu. Di balik wajan dan ulekan, tangan seorang chef bergerak penuh ketelitian. Bukan sekadar memasak, ada cerita dan filosofi yang ia racik dalam setiap hidangan.
Dialah Chef Sarwan, finalis MasterChef Indonesia Season 1 yang akrab disapa Chef Katrok. Kali ini, ia membagikan rahasia di balik kelezatan nasi tempong, kuliner khas yang terkenal dengan rasa pedasnya yang “menampar” lidah.
Sekilas, nasi tempong tampak seperti hidangan sederhana. Nasi putih hangat, sambal, lauk, dan sayuran. Namun di tangan Chef Sarwan, setiap elemen memiliki peran penting yang tak bisa diabaikan.
“Memasak itu bukan hanya kebiasaan, tapi soal rasa dan ketelitian,” ungkapnya sambil meracik sambal dengan penuh fokus.
Berbeda dari kebanyakan, Chef Sarwan memilih pendekatan yang lebih seimbang. Ia tetap mempertahankan karakter khas nasi tempong yang pedas dan gurih, namun dengan sentuhan yang lebih ringan di lidah.
Bahan-bahan yang digunakan pun cukup familiar: nasi putih, ayam ungkep, tahu dan tempe goreng, ikan asin, serta sayuran rebus. Namun, ada satu hal yang menjadi pembeda—pemilihan bumbu yang lebih bijak.
Dalam proses memasak, ia memperkenalkan penggunaan garam diet sebagai alternatif yang dinilai lebih ringan tanpa menghilangkan cita rasa.
“Nah lanjut kita pakai garam diet. Garamnya itu lembut, putih, dan beryodium,” jelas Chef Sarwan yang kini berkarya di Grandia Resto Surabaya.
Menurutnya, perubahan kecil dalam memilih bahan dapur bisa berdampak besar bagi pola makan sehari-hari. Ia percaya, memasak sehat tidak harus mengorbankan kenikmatan rasa.
Proses memasak pun dilakukan dengan penuh perhatian. Bumbu dicampur perlahan, memastikan setiap rasa menyatu sempurna. Aroma khas nasi tempong pun semakin kuat, menggugah selera siapa saja yang berada di sekitarnya.
“Jadi garamnya gurih, enak, dan tidak eneg,” tambahnya.
Bagi Chef Sarwan, makanan tradisional tidak harus selalu identik dengan rasa yang berat. Dengan pendekatan yang tepat, hidangan tetap bisa mempertahankan identitasnya, namun terasa lebih nyaman dinikmati.
Perpaduan sambal pedas, lauk gurih, dan sayuran segar dalam nasi tempong racikannya tetap menghadirkan cita rasa khas. Namun, ada sentuhan berbeda yang membuatnya terasa lebih bersahabat di lidah.
Lebih dari sekadar memasak, Chef Sarwan ingin mengajak masyarakat untuk mulai memperhatikan apa yang mereka konsumsi setiap hari. Dari dapur sederhana, ia menunjukkan bahwa gaya hidup sehat bisa dimulai dari langkah kecil—bahkan dari sejumput garam.
Editor : Arif Ardliyanto