Cuaca Ekstrem di Kota Kediri Picu 17 Pohon Tumbang, Satu Nyangkut Kabel di Tosaren

realita.co
Dalam dua hari terakhir, sedikitnya 17 titik dilaporkan terdampak dan berpotensi membahayakan aktivitas masyarakat. Foto: Tania

KEDIRI (Realita) - Cuaca ekstrem yang terjadi selama musim pancaroba di Kota Kediri memicu sejumlah kejadian pohon tumbang dan patah.

Dalam dua hari terakhir, sedikitnya 17 titik dilaporkan terdampak dan berpotensi membahayakan aktivitas masyarakat.

Salah satu kejadian terjadi di Kelurahan Tosaren, tepatnya di kawasan Terminal Lama, dekat Malika Kebab.

Baca juga: Festival Musik Patrol Kota Kediri: Lestarikan Tradisi, Bidik Status Ikon Lebaran Tahunan

Sebuah pohon dilaporkan patah dan menyangkut kabel listrik, sehingga menimbulkan kekhawatiran warga karena berisiko mengganggu jaringan dan keselamatan di sekitar lokasi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri langsung melakukan penanganan di lapangan. Pada Senin (30/3), petugas melakukan penebangan dan pembersihan di dua lokasi, yakni di Kelurahan Tosaren dan Taman Ngronggo.

Baca juga: Sambut Nyepi 1947 Saka, Tawur Agung Kesanga di Kediri Jadi Ritual Penyucian Diri dan Alam

Kepala DLHKP Kota Kediri, Indun Munawaroh, mengatakan kondisi ini dipicu oleh perubahan cuaca pada periode pancaroba yang berlangsung dari Maret hingga April. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan BPBD untuk melakukan penanganan darurat di sejumlah titik.

Ia menjelaskan, selain penanganan darurat, DLHKP juga rutin melakukan pemangkasan pohon di lokasi yang telah dipetakan sebelumnya. Informasi tersebut diperoleh dari hasil pemantauan internal, laporan masyarakat melalui layanan 112, hingga permohonan langsung dari warga maupun pelaku usaha.

Baca juga: Belajar Melinting Rokok, 42 Ribu Batang Hasil Pelatihan Buruh di Kota Kediri Justru Dimusnahkan

Namun, tingginya jumlah aduan membuat tidak semua laporan dapat langsung ditindak. DLHKP menerapkan skala prioritas, terutama pada pohon yang dinilai membahayakan keselamatan atau mengganggu fasilitas umum.

Meski demikian, DLHKP memastikan seluruh tim tetap siaga selama 24 jam untuk mengantisipasi potensi kejadian serupa. Masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada, khususnya saat hujan deras disertai angin kencang, serta segera melaporkan jika menemukan pohon yang berpotensi tumbang. nia

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru