Trump Desak Iran Akui Kekalahan

realita.co
Donald Trump. Foto: IG Donald

KETEGANGAN di Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah Gedung Putih melontarkan peringatan terbuka yang sangat keras kepada Teheran.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan agar Iran segera mengakui kekalahan militer mereka dari Amerika Serikat (AS) atau bersiap menghadapi konsekuensi yang jauh lebih menyakitkan.

Baca juga: Donald Trump Perintahkan Perang Darat, Iran: Kami Jadikan Mereka Penghuni Neraka

Dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Washington pada Rabu waktu setempat, Leavitt menyampaikan pesan langsung dari Presiden Donald Trump.

Ia menekankan bahwa Presiden Trump tidak sedang menggertak dan telah menyiapkan skenario serangan yang akan melumpuhkan jika Iran tetap keras kepala.

"Jika mereka gagal memahami bahwa mereka telah dikalahkan secara militer, Presiden Trump akan memastikan mereka dihantam lebih keras daripada yang pernah mereka alami sebelumnya," tegas Leavitt.

Baca juga: Donald Trump Lecehkan Putra Mahkota Arab Saudi: Cium P#nt4t Saya!

Pernyataan tajam ini muncul saat perang gabungan antara AS-Israel melawan Iran telah memasuki minggu keempat. Selama satu bulan pertempuran tersebut, militer AS tercatat telah meluncurkan sekitar 850 rudal Tomahawk, sebuah intensitas serangan yang mulai memicu kekhawatiran akan terjadinya krisis stok misil di pihak Amerika.

Meski tekanan militer terus meningkat, posisi Teheran masih terlihat abu-abu. Seorang pejabat senior Iran mengungkapkan bahwa mereka saat ini sedang meninjau proposal perdamaian dari AS untuk mengakhiri perang. Walaupun respons awal menunjukkan sinyal negatif, Teheran dikabarkan belum menolak tawaran tersebut secara mentah-mentah.

Di balik layar, upaya diplomasi juga terus diupayakan oleh negara-negara seperti Pakistan, Turki, dan Mesir yang mencoba bertindak sebagai mediator untuk meredam konflik.

Baca juga: Mantan Kepala FBI, Trump Blak-blakan Ngaku Senang

Namun, realitas di lapangan menunjukkan situasi yang kompleks dan kontradiktif. Di satu sisi, Donald Trump mengeklaim kemenangan besar, namun di sisi lain, data intelijen AS justru mengakui bahwa hanya sepertiga dari total rudal milik Iran yang berhasil dihancurkan sejauh ini. Iran pun masih menunjukkan taringnya dengan tetap meningkatkan ekspor minyak hingga 1,5 juta barel per hari di tengah kecamuk perang.

Bahkan, serangan Iran baru-baru ini ke sebuah pangkalan di Arab Saudi dilaporkan telah melukai 12 tentara AS dan merusak sejumlah pesawat.sin

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru