Kunjungan Gibran Ditolak Keluarga Aktivis Andrie Yunus

realita.co
Gibran. Foto: Wikipedia

KUNJUNGAN Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk menjenguk aktivis KontraS, Andrie Yunus, akhirnya batal total.

Rencana yang digadang-gadang sebagai “bentuk empati negara” itu justru berakhir dengan penolakan tegas dari pihak keluarga dan pendamping hukum.

Baca juga: Pemulihan Andrie Yunus Butuh 2 Tahun

Gibran datang membawa mandat langsung dari Presiden Prabowo Subianto, namun mandat politik ternyata tak mampu menembus satu pintu utama: restu keluarga korban.
Setelah koordinasi intens dengan pihak rumah sakit, akses ke ruang perawatan ditutup. Wapres pun meninggalkan lokasi tanpa bertemu korban—sebuah momen yang menimbulkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban.

KontraS dan keluarga memaparkan tiga alasan penolakan yang sulit dibantah:

Kondisi medis Andrie sangat kritis. Ia mengalami luka bakar kimiawi 20–24% pada wajah, leher, dada, tangan, serta kerusakan serius pada mata kanan. Tim dokter membutuhkan ketenangan absolut, bukan iring-iringan pejabat.

Baca juga: Soal Penyiraman Air Keras pada aktivis KontraS, Prabowo: Biadab, Harus Kita Usut Tuntas Siapa Dalangnya!

Hak atas privasi pasien harus diutamakan.
Ruang perawatan bukan ruang konferensi politik.

Kejahatan terhadap pembela HAM tidak boleh direduksi menjadi panggung pencitraan.
Mereka menegaskan: yang dibutuhkan adalah keadilan dan transparansi hukum, bukan seremoni kunjungan yang sarat simbolisme kekuasaan.

Baca juga: Empat Eksekutor Ditangkap, Siapa Otak di Balik Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis HAM?

Penolakan ini menjadi alarm keras: negara diuji—apakah serius melindungi pembela HAM, atau sekadar hadir ketika kamera menyala.

Andrie hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RSCM. Publik menunggu langkah konkret, bukan sorotan kamera.fb

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru