PRESIDEN Donald Trump pada hari Jumat mengeklaim bahwa Amerika Serikat (AS) dapat dengan mudah membuka Selat Hormuz yang ditutup sebagian oleh Iran sejak perang pecah 28 Februari. Menurutnya, langkah itu akan menjadi "banjir minyak" bagi dunia.
“Dengan sedikit waktu lagi, kita dapat dengan mudah MEMBUKA SELAT HORMUZ, MENGAMBIL MINYAKNYA, dan MENGHASILKAN KEKAYAAN. ITU AKAN MENJADI ‘LUAPAN MINYAK’ BAGI DUNIA???” tulis Trump di Truth Social.
Selat Hormuz, yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak global, telah terganggu sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran.
Trump telah mengirimkan sinyal yang beragam mengenai rencana Washington untuk jalur perairan tersebut. Terkadang minta banyak negara mengirim kapal perang untuk membukanya. Terkadang juga ingin mengakhiri perang tanpa AS harus membuka selat tersebut.
Baca juga: Sudah 6 Negara Diizinkan Iran Lewati Selat Hormuz termasuk Malaysia, Tak Ada Indonesia
Sementara itu, tiga negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB; Rusia, China, dan Prancis memveto inisiatif negara-negara Arab yang bermaksud mengamankan dukungan internasional untuk aksi militer terhadap Iran guna membuka paksa Selat Hormuz. Ketiga negara pemilik hak veto itu diketahui merupakan bagian dari kekuatan nuklir utama dunia.
Menurut seorang diplomat dan pejabat senior PBB, negara-negara Arab mencari resolusi yang "mengizinkan penggunaan kekuatan militer" untuk memastikan kebebasan navigasi global. Namun, upaya tersebut gagal karena veto dari ketiga negara tersebut.
Baca juga: Israel Ngaku Berhasil Bunuh Komandan AL Iran yang Jaga Selat Hormuz
Mengutip laporan New York Times, Sabtu (4/4/2026), Rusia, China, dan Prancis mengatakan bahwa pendirian mereka didasarkan pada "penentangan prinsipil terhadap setiap bahasa yang mengizinkan penggunaan kekuatan".
Posisi tersebut secara luas ditafsirkan sebagai secara efektif mengizinkan Iran untuk terus menyandera ekonomi global dan membatasi aliran minyak dan barang.sin
Editor : Redaksi