Diduga Rendahkan Disabilitas, IPPD Kecam Media Online yang Dipimpin Jubir Pemkab Bireuen

realita.co
Suryadi alias Bang Syeh, Ketua IPPD Bireuen. [Foto: dok. Pribadi]

BIREUEN (Realita) - Ikatan Persaudaraan Penyandang Disabilitas (IPPD) Kabupaten Bireuen membantah keras pemberitaan sebuah media lokal yang dipimpin oleh Muhajir, Juru Bicara Pemkab Bireuen pada Selasa (7/4/2026).

Media tersebut menuding para penyandang disabilitas mengikuti aksi damai karena tertipu oleh agen.

Baca juga: Pemkot Kediri Perkuat Pendidikan Disabilitas

​Sebelumnya, Koalisi Gerakan Sipil Bireuen menggelar aksi damai di halaman Kantor Bupati Bireuen pada Senin (6/4/2026). Aksi ini menuntut pemenuhan hak korban banjir dan mendesak pengesahan qanun disabilitas.

​Namun, pemberitaan muncul dan menyebut penyandang disabilitas terkena jebakan agen. Laporan itu mengklaim mereka datang ke lokasi unjuk rasa karena mendapat iming-iming bantuan dari Dinas Sosial.

​Media tersebut juga memuat kutipan keluhan seorang anak dari penyandang disabilitas.

​“Mak saya percaya bila Dinsos akan bagi bantuan di Cot Gapu, dan dia ikut agen yang menjemputnya. Saya marah tapi tak bisa berbuat apa-apa,” tulis komparatif.id mengutip narasumbernya.

Baca juga: Anak Disabilitas Purwakarta Dituduh Maling di Karawang, Dihakimi Massa hingga Koma

​Oleh karena itu, Ketua IPPD Bireuen, Suryadi Ishak, mengklarifikasi isu yang beredar. Pria yang akrab disapa Bang Syeh ini menegaskan narasi dalam berita itu adalah kebohongan publik.

​"Tudingan bahwa penyandang disabilitas 'ditipu' atau 'digiring' ikut aksi damai 6 April 2026 adalah kebohongan. Kami hadir atas kesadaran penuh menuntut hak korban banjir, bukan diatur oleh agen," ujar Bang Syeh dalam keterangan tertulisnya.

​Selain itu, pihak IPPD secara mandiri meminta ruang khusus kepada penanggung jawab aksi damai. ini membuktikan mereka bertindak sebagai subjek perjuangan, bukan alat kepentingan pihak tertentu.

Baca juga: Rotary Club dan Ruang Pasien Hadirkan Kemerdekaan Bermakna bagi Anak Istimewa

​Sementara itu, IPPD memperingatkan semua pihak agar berhenti memutarbalikkan fakta. Mereka menolak oknum media yang menggoreng isu dengan cara merendahkan nalar para penyandang disabilitas.

​IPPD Bireuen terus berkomitmen mengawal pembangunan inklusif di wilayah tersebut. Mereka memastikan kelompok disabilitas tidak lagi terpinggirkan dalam setiap pembuatan kebijakan pemerintah.

​“Kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan semua pihak untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup penyandang disabilitas di Bireuen. Kami juga akan mendorong pemerintah dan masyarakat untuk lebih inklusif dan ramah disabilitas,” pungkas Suryadi. (mis)

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru