JEMBER (Realita) – Seorang pemuda asal Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang setelah ditemukan sejumlah benda asing di dalam tubuhnya.
Dinas Sosial Jember mengungkap, korban memiliki kebiasaan ekstrem mengonsumsi benda logam seperti paku.
Kasus ini bermula dari laporan keluarga pada 7 April 2026 yang langsung direspons cepat oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPA) Jember melalui UPTD Liposos.
Saat dilakukan evakuasi di Dusun Lengkong, Desa Wonosari, tim mendapati korban dalam kondisi dirantai oleh keluarga karena perilakunya yang dinilai membahayakan diri sendiri.
“Setelah kami menerima laporan dari pihak keluarga, tim langsung bergerak melakukan evakuasi terhadap yang bersangkutan di wilayah Puger,” ujar Kepala UPTD Liposos Dinsos PPA Jember, Roni Efendi, Kamis (09/04/2026).
Tim kemudian membuka rantai tersebut dan mengevakuasi korban untuk penanganan lebih lanjut. Langkah cepat ini dilakukan sebagai upaya penyelamatan sekaligus penanganan sosial darurat.
Selain evakuasi, Dinsos juga langsung menangani persoalan administrasi kependudukan korban yang belum memiliki KTP agar proses layanan kesehatan dapat berjalan tanpa hambatan.
Melalui koordinasi lintas instansi, perekaman data kependudukan berhasil diselesaikan dalam satu hari yang sama.
“Karena belum memiliki KTP, kami langsung fasilitasi perekaman adminduk, dan alhamdulillah bisa selesai di hari yang sama,” tambah Roni.
Pada 8 April 2026, korban dirujuk ke RSJ Lawang untuk menjalani pemeriksaan medis lanjutan dan observasi intensif oleh tim dokter.
Hasil rontgen mengungkap temuan serius, di mana terdapat sejumlah benda asing di dalam tubuh korban yang berpotensi membahayakan kesehatan.
Selain batu dan koin, ditemukan pula benda logam yang diduga berkaitan dengan kebiasaan korban mengonsumsi paku.
“Berdasarkan hasil rontgen, ditemukan dua batu, dua koin, serta satu benda menyerupai kawat di dalam tubuh pasien,” jelas Roni.
Kondisi tersebut memerlukan tindakan medis lanjutan berupa pembersihan, namun harus melalui persetujuan pihak keluarga sebelum dilakukan tindakan.
Rencana tindakan sempat tertunda karena keterbatasan waktu saat keluarga tiba di rumah sakit pada malam hari. Saat ini, korban masih dalam pengawasan intensif tim medis untuk menentukan langkah selanjutnya.
Dari keterangan keluarga, kebiasaan mengonsumsi benda logam seperti paku telah berlangsung dan menjadi perhatian serius.
“Dari informasi keluarga, memang ada kebiasaan mengonsumsi benda tidak wajar seperti paku, namun tidak terkait dengan hal-hal negatif lainnya,” pungkas Roni.rdy
Editor : Redaksi