Target 6 Kali Sepekan, Distribusi MBG 3B di Kota Kediri Masih Bertahap

realita.co

KEDIRI (Realita) - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk sasaran 3B di Kota Kediri ditargetkan dapat diterima hingga enam kali dalam sepekan. Namun, pelaksanaan di lapangan hingga kini masih berlangsung bertahap dan belum menjangkau seluruh wilayah.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk DP3AP2KB Kota Kediri, Siti Nur Laila Istiqomah, mengungkapkan bahwa distribusi MBG 3B baru kembali berjalan efektif pasca Lebaran.

Ia menyebut, pada awal pelaksanaan pasca Lebaran, distribusi MBG 3B belum langsung berjalan optimal. Di beberapa kelurahan, penyaluran bahkan baru berlangsung dalam dua hari pertama.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa meski target frekuensi penerimaan sudah ditetapkan, realisasi distribusi masih menyesuaikan kesiapan di masing-masing wilayah. Beberapa dapur penyedia juga sempat mengalami evaluasi sehingga pelayanan belum berjalan maksimal.

Berdasarkan data terakhir per 30 Maret, jumlah penerima MBG 3B di Kota Kediri mencapai sekitar 9.700 sasaran. Mereka terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, serta balita non-PAUD. Namun, distribusi ke seluruh sasaran tersebut masih dilakukan secara bertahap.

“Data kami sekitar 9.700-an penerima. Tapi memang belum semua kelurahan terjangkau karena distribusinya masih berjalan bertahap,” jelasnya.

Di tingkat kecamatan, cakupan layanan juga belum sepenuhnya merata. Sejumlah wilayah dilaporkan belum seluruh kelurahannya terlayani, sehingga proses distribusi masih terus bergerak untuk mengejar target.

Dalam pelaksanaannya, kader menjadi ujung tombak distribusi di lapangan. Mereka tidak hanya mengantarkan makanan dari rumah ke rumah, tetapi juga menjalankan peran edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan stunting.

“Selama ini kader itu mengantarkan dari rumah ke rumah. Mereka juga sekaligus mengedukasi, karena memang tugas utamanya adalah pendampingan pencegahan stunting,” ungkapnya.

Meski demikian, peran besar kader tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan kejelasan kebijakan terbaru, termasuk terkait petunjuk teknis dan skema insentif.

“Kami masih menunggu informasi dari koordinator wilayah, karena juknis terbaru juga belum keluar. Jadi kader masih banyak yang bertanya,” tambahnya.

Selain itu, sejumlah evaluasi juga masih dilakukan, terutama terkait kualitas dan komposisi menu makanan di lapangan.

“Kalau ada temuan seperti buah yang kurang bagus, kader langsung menyampaikan ke SPPG dan beberapa langsung diganti. Jadi memang terus kami evaluasi,” pungkasnya.nia

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru