MADIUN (Realita) - Pemerintah Kabupaten Madiun kembali melaksanakan program Bahana Bersahaja (Bhakti Harmoni Madiun Bersih, Sehat, dan Sejahtera) pada 14–15 April 2026. Kali ini, kegiatan dipusatkan di Desa Bancong sebagai bagian dari upaya mendekatkan pelayanan publik sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung di tingkat desa.
Program tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto dan Wakil Bupati Purnomo Hadi, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Menariknya, seluruh rombongan bahkan turut menginap di desa setempat guna merasakan langsung kehidupan masyarakat.
Baca juga: Jelang Idulfitri 2026, Pemkab Madiun Pantau Stok dan Harga Bahan Pokok
Desa Bancong dikenal sebagai salah satu sentra UMKM unggulan, terutama produk kuliner khas berupa brem Madiun. Makanan tradisional ini memiliki cita rasa manis bercampur asam dengan sensasi dingin yang lumer di mulut, menjadikannya oleh-oleh khas yang identik dengan Madiun.
Kepala Desa Bancong, Ibnu Sudjono, menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan pemerintah daerah. Ia juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh jajaran Pemkab Madiun di desanya.
“Ini merupakan suatu kehormatan bagi kami. Kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak Bupati, Wakil Bupati, serta seluruh Forkopimda. Kami juga memohon maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan,” terangnya.
Sementara itu, Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan bahwa Bahana Bersahaja bukan sekadar program seremonial, melainkan sarana mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat sekaligus memastikan program berjalan tepat sasaran.
“Kami hadir bersama OPD dan Forkopimda untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat. Melalui sarasehan, kita dengarkan langsung persoalan warga, lalu kita tindak lanjuti dengan kerja nyata, termasuk kerja bakti bersama,” jelasnya.
Dalam kegiatan ini, berbagai program strategis turut dihadirkan, seperti penyediaan makanan bergizi gratis, pemeriksaan kesehatan tanpa biaya, hingga penguatan Koperasi Desa Merah Putih sebagai pilar ekonomi kerakyatan.
Pemkab Madiun juga mendorong ketahanan pangan sesuai arahan pemerintah pusat, termasuk upaya swasembada padi, jagung, dan gula.
Dengan luas wilayah sekitar 130 hektare, Desa Bancong dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung swasembada beras di daerah.
“Harapan kami, para petani tidak mengalami kesulitan seperti kekeringan. Setiap kendala akan kita carikan solusi bersama,” tambahnya.
Selain itu, program sosial seperti bedah rumah juga akan direalisasikan bagi masyarakat yang membutuhkan. Pada hari kedua kegiatan, warga mendapat kesempatan memanfaatkan layanan kesehatan gratis dengan menghadirkan dokter spesialis.
Wakil Bupati Purnomo Hadi bahkan turut turun langsung memantau pelayanan kesehatan, memastikan masyarakat mendapatkan pemeriksaan secara optimal.
Tak hanya itu, Bahana Bersahaja juga menghadirkan layanan terpadu yang sangat lengkap, antara lain:
Pendampingan penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB)
Baca juga: Anggaran Rp38 Miliar Program JKN Dinkes Madiun Dipertanyakan
Pengurusan PIRT dan sertifikasi halal
Akses permodalan usaha
Layanan administrasi kependudukan
Perpustakaan keliling
Di sektor kesehatan dan sosial, masyarakat dapat menikmati layanan seperti pengobatan gratis, donor darah, BPJS Kesehatan, hingga pemeriksaan mata dan pembagian kacamata baca.
Kegiatan ini juga diramaikan dengan pasar murah sembako, layanan pembayaran pajak daerah dan kendaraan bermotor, layanan perbankan, perpanjangan SIM, hingga pembuatan SKCK.
Melalui program Bahana Bersahaja, Pemerintah Kabupaten Madiun berharap kehadiran pemerintah di tengah masyarakat dapat memberikan solusi nyata atas berbagai persoalan, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan warga. Adv/Yw
Editor : Redaksi