BATU (Realita)- Tradisi budaya Ngarak Banteng 1 Suro Empu Supo XVIII kembali akan digelar oleh masyarakat Songgoriti, Kota Batu. Kegiatan yang menjadi warisan budaya turun-temurun tersebut merupakan simbol pelestarian adat, seni, dan nilai spiritual masyarakat Jawa yang hingga kini tetap lestari.
Tradisi tahunan ini rutin diselenggarakan setiap Bulan Suro sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur sekaligus upaya menjaga keberlangsungan budaya lokal yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.
Humas Paguyuban Sanggar Empu Supo, Ahmad Choirul, mengatakan prosesi Kirab Ngarak Banteng 1 Suro Empu Supo XVIII akan dilaksanakan pada Senin Kliwon, 22 Juni 2026 atau bertepatan dengan 6 Suro 1960 Jawa.
“Prosesi kirab akan dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai dengan rute sepanjang kawasan wisata Songgoriti menuju area depan Candi Songgoriti,” ujar Ahmad Choirul, Sabtu (30/5/2026).
Tahun ini, kegiatan mengusung tema “Manggalaning Gwaya Purna Udaya”, yang dimaknai sebagai semangat kebangkitan budaya menuju kemajuan, kemakmuran, dan keharmonisan masyarakat.
Menurut Ahmad, tema tersebut juga menjadi pengingat bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan fondasi penting dalam membangun masa depan yang tetap berakar pada identitas daerah.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi momentum kebangkitan budaya sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” katanya.
Ia menambahkan, Kota Batu yang berada di kawasan pegunungan selama ini dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas seni dan budaya yang masih aktif mempertahankan tradisi lokal. Setiap Bulan Suro, berbagai kegiatan budaya seperti kirab, doa bersama, pertunjukan seni tradisional, hingga ritual adat rutin digelar sebagai bentuk rasa syukur dan pelestarian warisan budaya.
Lebih lanjut, Ahmad menilai tradisi Ngarak Banteng memiliki nilai historis, sosial, dan spiritual yang tinggi. Selain memperkuat identitas budaya daerah, tradisi tersebut juga berpotensi menjadi daya tarik wisata budaya unggulan di Kota Batu.
“Tradisi ini bukan hanya sarana pelestarian budaya, tetapi juga mampu memperkuat identitas Kota Batu sebagai daerah yang kaya akan seni dan budaya,” tegasnya.
Panitia pun mengundang seluruh masyarakat, wisatawan, pegiat seni budaya, serta pecinta tradisi Nusantara untuk hadir dan menyaksikan kemeriahan Ngarak Banteng 1 Suro Empu Supo XVIII di kawasan wisata Songgoriti. Pungkas Ahmad. (Ton)
Editor : Redaksi