Ikatan Keluarga Gunungkidul Gelar Grebeg Suro 2026

TANGERANG (Realita)- Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) akan menyelenggarakan Grebeg Suro IKG 2026 pada Senin, 15 Juni 2026, bertempat di Mall Ciputra Citra Raya, Tangerang.

Kegiatan ini menjadi agenda budaya dan spiritual tahunan warga Gunungkidul di perantauan dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah atau malam 1 Suro.

Acara akan dihadiri oleh jajaran Pengurus IKG, warga Gunungkidul di Jabodetabek, serta sejumlah tokoh dan pejabat daerah, di antaranya Gubernur Banten, Bupati Tangerang, Bupati Gunungkidul, Kepala Badan Penghubung Daerah (Banhubda) DIY beserta jajaran, anggota DPRD Provinsi DIY, DPRD Kabupaten Gunungkidul, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.

 

Ketua Panitia Grebeg Suro IKG, Riyadi, menjelaskan bahwa kegiatan akan dilaksanakan dalam dua sesi, yakni sesi pagi dan sesi malam.

"Sesi pagi akan diisi dengan Pameran Pusaka, pertunjukan Jaranan Kreasi, serta hiburan Campursari yang dibawakan oleh Paguyuban Seni (PS) IKG," ujar Riyadi.

Pada sesi malam, rangkaian acara akan diawali dengan prosesi Arak-Arakan Gunungan Polowijo yang diikuti jajaran pengurus IKG mulai dari Dewan Pembina, Pelaksana Harian, perwakilan 18 Koordinator Kapanewon, serta 7 Koordinator Wilayah IKG yang membawa obor. Prosesi ini juga akan dimeriahkan oleh cucuk lampah, pembawa dupa ratus, punakawan, serta gunungan hasil bumi.

Arak-arakan gunungan polowijo merupakan simbol rasa syukur atas rezeki dan hasil bumi, kesuburan, serta keseimbangan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Tradisi ini menjadi manifestasi berbagi berkah dan kemakmuran yang dapat dinikmati bersama oleh seluruh lapisan masyarakat.

Setelah prosesi arak-arakan, acara akan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng IKG, penyerahan Tokoh Wayang dan Cempolo, doa malam 1 Suro, serta ditutup dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk oleh Ki M. Yusuf Anshor K. yang akan membawakan lakon Gondomono Sayemboro.

Lakon Gondomono Sayemboro mengisahkan sosok Patih Gandamana dari Pancala sebagai teladan kesetiaan, pengabdian, dan keteguhan hati. Meski menjadi korban fitnah dan intrik politik, Gandamana tetap memegang teguh nilai bakti, kehormatan, serta kebenaran. Lakon ini mengajarkan bahwa kesetiaan sejati tidak diukur dari jabatan dan kekuasaan, melainkan dari ketulusan hati dalam mengabdi dan berbuat benar.

Secara filosofis, kisah tersebut menggambarkan perjuangan seorang ksatria yang diuji oleh berbagai rintangan, di mana ketulusan hati dan dharma (kewajiban) pada akhirnya akan mengalahkan tipu daya serta angkara murka.

Sekretaris Jenderal IKG, Sulardi, menyampaikan bahwa Grebeg Suro merupakan perayaan budaya dan spiritual tahunan masyarakat Jawa yang memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kearifan lokal.hma

 

"Grebeg Suro menjadi wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat, rezeki, dan keselamatan yang telah diberikan, sekaligus momentum refleksi diri untuk memperbaiki kehidupan di tahun yang baru. Tradisi ini juga mencerminkan harmonisasi antara ajaran Islam dan budaya Jawa yang telah diwariskan secara turun-temurun," ujarnya.

 

Menurut Sulardi, penyelenggaraan Grebeg Suro bertujuan memohon keselamatan, keberkahan, dan kelancaran rezeki bagi masyarakat melalui berbagai rangkaian doa dan kegiatan bersama. Selain itu, tradisi ini berperan penting dalam melestarikan warisan budaya leluhur, memperkuat silaturahmi dan semangat gotong royong antarwarga, sekaligus menjadi sarana promosi seni budaya dan potensi daerah yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta sektor pariwisata.

 

Ketua Umum IKG, Ipda. Purn. Saimo, berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi warga Gunungkidul di perantauan, tetapi juga mampu memperkuat semangat kebersamaan dalam mewujudkan visi organisasi melalui pelaksanaan Sapta Cita IKG.

 

Sementara itu, Humas IKG, Tarsih Ekaputra, menyampaikan bahwa Grebeg Suro telah menjadi agenda tahunan yang memperkuat eksistensi dan konsolidasi organisasi.

 

"Saat ini IKG telah berkembang menjadi organisasi besar dengan sekitar 1.600 organ organisasi yang terdiri dari 18 Koordinator Kapanewon, 7 Koordinator Wilayah, 144 Koordinator Kelurahan, dan 1.431 Koordinator Dusun. IKG diharapkan terus menjadi wadah yang mempererat kebersamaan, solidaritas, dan semangat gotong royong warga Gunungkidul di perantauan. Yang sudah mapan membantu yang sedang berjuang, sehingga bersama-sama dapat memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan dan kemajuan Gunungkidul," ungkapnya.

Melalui penyelenggaraan Grebeg Suro 2026, IKG berkomitmen untuk terus menjaga nilai-nilai budaya, memperkuat jaringan persaudaraan warga Gunungkidul di perantauan, serta memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah dan pelestarian budaya bangsa.hms

 

 

Editor : Redaksi

Berita Terbaru