JEMBER (Realita) - Seorang tukang ojek asal Kelurahan Bintoro, Kabupaten Jember, diduga menjadi korban modus pencurian sepeda motor.
Pria yang sehari-hari mencari nafkah sebagai pengemudi ojek itu justru menjadi sasaran amuk warga setelah penumpang yang dibawanya diduga melarikan sepeda motor milik warga di Kecamatan Sumberjambe.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar sepekan lalu. Korban yang akrab disapa Pak Ri awalnya mangkal di pangkalan ojek kawasan Baratan usai menjalani pemeriksaan kesehatan.
Saat itu, ia mendapat penumpang yang menawarkan ongkos sekitar Rp200 ribu untuk diantar ke wilayah Sumberjambe.
Sesampainya di lokasi tujuan, penumpang mengajak korban mendatangi sebuah rumah yang menawarkan sepeda motor.
Setelah berpura-pura memeriksa kondisi kendaraan, penumpang tersebut diduga langsung membawa kabur motor milik warga dan meninggalkan Pak Ri di lokasi.
"Pak De saya hanya tukang ojek. Beliau mengantar penumpang, tidak tahu kalau orang itu ternyata diduga punya niat mencuri motor," kata keponakan korban, Muhammad Surep.
Warga yang mengetahui sepeda motor dibawa kabur kemudian mengamankan Pak Ri. Karena diduga memiliki keterkaitan dengan pelaku, korban disebut sempat menjadi sasaran pengeroyokan hingga mengalami luka lebam dan bengkak di bagian wajah.
Setelah itu, Pak Ri dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan. Menurut keluarga, korban sempat berada di kantor polisi sebelum akhirnya diperbolehkan pulang ke rumah.
"Waktu ditemukan warga, Pak De sempat dipukul. Sekarang kondisinya sudah di rumah, tapi masih ada bengkak di bagian wajah," ujar Urip.
Hingga kini, keluarga berharap polisi segera menangkap pelaku utama yang diduga memanfaatkan jasa tukang ojek untuk menjalankan aksinya. Keluarga juga meminta masyarakat tidak terburu-buru menghakimi seseorang yang berada di lokasi kejadian sebelum seluruh fakta terungkap.
Menurut Surep, kejadian yang menimpa pamannya menjadi pelajaran bahwa pelaku kejahatan bisa memanfaatkan siapa saja, termasuk pengemudi ojek, sebagai bagian dari modus operandi agar dapat menghilangkan jejak.
"Harapan kami, pelaku sebenarnya segera ditangkap dan kasus ini diusut tuntas. Jangan sampai orang yang hanya mencari nafkah seperti Pak De saya malah menjadi korban," pungkas Muhammad Surep.rdy
Editor : Redaksi