SURABAYA (Realita) - BPJS Ketenagakerjaan terus memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial dengan menyasar penggiat masjid. Bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Surabaya, upaya ini diwujudkan melalui sosialisasi untuk meningkatkan literasi jaminan sosial ketenagakerjaan bagi marbot, imam, muadzin, takmir, hingga pengurus masjid.
Kegiatan yang digelar pada Minggu (19/4/2026) ini dirangkaikan dengan Pelantikan Pengurus Daerah (PD) DMI Kota Surabaya di Masjid Nuruzzaman, Kampus B Universitas Airlangga Surabaya. Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan ini di antaranya Kepala Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota Surabaya Drs. Arief Boediarto M.Si.
Baca juga: Kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Darmo dalam Memperluas Perlindungan Pekerja
Selain itu, Ketua PW DMI Jawa Timur Dr. KH. Sujak, tokoh masyarakat Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh DEA, Wakil Ketua PW Muhammadiyah Jawa Timur Prof. Dr. Thohir Luth MA, Katib ‘Aam PBNU KH. Ahmad Said Asrori serta Ketua Takmir Masjid Nuruzzaman Unair Prof. Dr. Mohammad Nasih.
Dalam rangkaian kegiatan ini BPJS Ketenagakerjaan Cabang Juanda turut memberikan sosialisasi program jaminan sosial ketenagakerjaan kepada para peserta sebagai bagian dari upaya memperluas perlindungan bagi pekerja rentan.
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Juanda, Teldi Rusnal, mengatakan, perlindungan jaminan sosial tidak hanya diperuntukkan bagi pekerja formal, tetapi juga pekerja rentan, termasuk penggiat masjid yang masuk kategori Bukan Penerima Upah (BPU). “Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan pemahaman penggiat masjid tentang pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penggiat masjid didorong mengikuti dua program utama, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), dengan skema iuran yang dapat didukung pemerintah daerah maupun dibayarkan secara mandiri.
Iuran kedua program itu kini semakin terjangkau, untuk segmen BPU hanya sebesar Rp8.400 per bulan dan berlaku hingga Desember 2026. “Dengan kebijakan ini, kami berharap semakin banyak masyarakat yang ikut serta karena manfaatnya sangat besar,” jelasnya.
Sebagai bentuk komitmen nyata, BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan kartu kepesertaan secara simbolis kepada perwakilan takmir masjid. “Ini merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi dan menyejahterakan masyarakat,” kata Teldi.
Ketua DMI Kota Surabaya, DR. H. Arif Afandi M.Si, menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut. Ia menilai perlindungan jaminan sosial sangat penting bagi tenaga kerja keagamaan yang selama ini belum banyak tersentuh. “Kami berkomitmen mendorong perlindungan bagi marbot, imam, muadzin, takmir hingga pengurus ormas keagamaan. Ini menjadi bagian dari tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Madiun Perkuat Perlindungan Pekerja di Rumah Ibadah, Diskon Iuran 50 Persen
Ia menambahkan, DMI akan menggerakkan struktur organisasi hingga tingkat kecamatan dan kelurahan agar program ini menjangkau lebih luas. “Kami berharap program ini dapat menjangkau hingga tingkat bawah dengan dukungan aktif para pengurus,” ucapnya.
Teldi mengatakan, kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya memperluas perlindungan di ekosistem keagamaan. Saat ini pihaknya telah menggandeng DMI di 7 kecamatan di Surabaya dan 4 kecamatan di Sidoarjo dalam wilayah kerja Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Juanda. “Kami terus melakukan edukasi agar informasi ini menjangkau hingga tingkat desa, sehingga semakin banyak penggiat masjid yang terlindungi,” tandasnya.
Baca juga: Buka Rekrutmen Karyawan, BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Layanan dan Perluas Cakupan Kepesertaan
Kepala Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota Surabaya, Drs. Arief Boediarto M. Si, mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus Pimpinan Cabang DMI Kecamatan se-Kota Surabaya masa khidmat 2026–2031.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Surabaya akan terus mendukung program DMI yang sejalan dengan visi pembangunan daerah, khususnya dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera, menjaga kerukunan umat beragama, serta memperkuat nilai toleransi.
“Kepada para pengurus yang baru, saya berpesan agar menjaga kekompakan, memperkuat koordinasi, serta terus berinovasi menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan umat, terutama generasi muda,” tambahnya.gan
Editor : Redaksi