Diduga Tipu Tiket Pesawat ke Jepang, Pemilik Travel di Surabaya Jadi Tersangka

Reporter : Redaksi
Ilustrasi

SURABAYA (Realita)– Rencana liburan ke Jepang yang disiapkan seorang perempuan asal Surabaya berinisial PS bersama keluarganya berujung kerugian besar. Ia diduga menjadi korban penipuan dan penggelapan tiket pesawat oleh seorang pria berinisial LSS yang disebut sebagai pemilik usaha travel.

Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polrestabes Surabaya dengan nomor LP/B/478/V/SPKT/POLRESTABES SURABAYA/POLDA JAWA TIMUR tertanggal 18 Mei 2025.

Baca juga: Polda Jatim Ungkap 178 Kasus 3C Dalam 1 Bulan, Tetapkan 206 Tersangka

Kuasa hukum korban, Elok Kadja, menjelaskan peristiwa bermula saat kliennya membeli lima tiket pesawat rute Surabaya–Haneda, Jepang, menggunakan maskapai Cathay Pacific melalui terlapor.

“Pelaku sempat memberikan reservation code. Namun pada hari keberangkatan, kode tersebut ternyata tidak terdaftar,” ujar Elok, Rabu (6/5/2026).

Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian lebih dari Rp500 juta. Kerugian tersebut meliputi biaya tiket pesawat sekitar Rp177.450.000 serta berbagai pemesanan lain seperti hotel, pemandu wisata, transportasi, hingga tiket taman hiburan di Jepang.

Baca juga: Juara Piala Kapolda Jatim 2026, Tim E-Sport Polres Batu Wakili Jatim di Kapolri Cup

Dalam perkembangan perkara, Elok menyebut penyidik telah menetapkan LSS sebagai tersangka. Hal ini berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan/Penyidikan (SP2HP) yang diterima korban.

“Statusnya sudah tersangka, namun hingga saat ini belum dilakukan penahanan oleh penyidik Polrestabes Surabaya. Berkas perkara juga telah dinyatakan lengkap atau P-21 oleh Kejaksaan Negeri Surabaya,” jelasnya.

Baca juga: AKBP Imam Mukti, Perwira Sains di Balik Penguatan Scientific Crime Investigation Polda Jatim

Sementara itu, Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Evan Caesar Ibrahim, saat dikonfirmasi mengaku akan melakukan pengecekan lebih lanjut. “Saya tanyakan ke penyidik dulu,” ujarnya.

Terpisah, pihak terlapor yang disebut sebagai Leng Steven belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.yudhi

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru