KEDIRI (Realita) - Museum Sri Aji Jayabaya Kabupaten Kediri kembali dibuka untuk umum setelah menjalani penataan ulang selama sekitar satu bulan. Wajah baru museum kini menghadirkan tata ruang yang lebih nyaman sekaligus menampilkan koleksi bersejarah secara lebih aman dan edukatif.
Salah satu daya tarik utama museum adalah koleksi temuan Situs Tondowongso serta sejumlah artefak era Kediri yang kini ditata ulang dalam alur kunjungan yang lebih rapi.
Baca juga: Belum Ada Kasus Hantavirus di Kediri, Dinkes Minta Warga Waspada Kotoran Tikus
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri melalui Edukator Museum Sri Aji Jayabaya, Ipung Zainul, mengatakan penataan terbaru dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus menampilkan koleksi secara lebih representatif.
“Bagian tengah kita maksimalkan untuk alur pengunjung karena sebelumnya sering terjadi penumpukan. Sekarang pengunjung lebih leluasa untuk melihat koleksi dan berfoto,” ujarnya.
Tak hanya itu, sejumlah koleksi kini ditempatkan di dalam kaca pelindung. Langkah tersebut dilakukan guna mencegah kerusakan (perlindungan) arca akibat sering disentuh pengunjung..
Saat ini museum memiliki total 54 koleksi yang dipamerkan. Beberapa koleksi baru di antaranya Lingga, Arca Kartikeya, hingga miniatur lumbung kuno yang telah direstorasi setelah sebelumnya mengalami kerusakan akibat peristiwa kerusuhan pada 30 Agustus lalu.
Baca juga: Pemkot Kediri Verifikasi 36 Ribu KK, Pastikan Bansos Tepat Sasaran
Salah satu miniatur lumbung tersebut sebelumnya sempat pecah akibat aksi demonstran, kemudian diperbaiki dan kini kembali dipamerkan sebagai satu kesatuan.
Selain penambahan koleksi, museum juga melakukan penyesuaian tata pamer. Salah satunya dengan penyesuaian koleksi Lapik Arca berukuran besar dengan koleksi yang lebih kecil agar penataan ruang lebih efektif. Selain itu Dorpel juga dilakukan penyesuaian.
Selain koleksi baru, museum juga menampilkan dua masterpiece utama, yakni Fragmen Kepala Bodhisatwa temuan Adan-Adan dan Arca Siwa Catur Muka dari Situs Tondowongso.
Edukator museum lainnya, Ari, menyebut koleksi Bodhisatwa memiliki nilai penting karena memperlihatkan karakter seni khas era Kediri.
Baca juga: Berangkatkan 280 Jemaah Haji, Mbak Wali Titip Pesan Jaga Kesehatan dan Kekompakan
“Detail ukirannya sangat halus dan memiliki corak khas era Kediri. Ini yang membedakan dengan era Singosari maupun Majapahit,” katanya.
Koleksi Tondowongso sendiri memiliki perjalanan panjang. Arca-arca tersebut ditemukan pada 2007 dan sempat dipindahkan ke Trowulan sebelum akhirnya kembali dibawa ke Kediri pada Desember 2024.
Antusiasme masyarakat terhadap pembukaan kembali museum juga cukup tinggi. Pada hari pertama pembukaan, 19 Mei 2026, jumlah pengunjung mencapai sekitar 280 orang, didominasi rombongan pelajar sekolah dasar.
Pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri berharap penataan baru ini dapat memperkuat fungsi Museum Sri Aji Jayabaya sebagai ruang edukasi sejarah dan budaya bagi masyarakat, khususnya generasi muda di Kediri.nia
Editor : Redaksi