Pemkot Kediri Jemput Bola Cari Siswa Sekolah Rakyat, Kuota Baru Terisi di Bawah 10 Persen

realita.co

KEDIRI (Realita) - Pemerintah Kota Kediri mulai gencar melakukan penjangkauan calon peserta didik untuk Sekolah Rakyat (SR) yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun akademik 2026/2027.

Program pendidikan gratis berasrama ini diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu kategori desil 1 dan 2.

Baca juga: Belum Ada Kasus Hantavirus di Kediri, Dinkes Minta Warga Waspada Kotoran Tikus

Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Imam Muttakin menjelaskan, Kementerian Sosial RI sebelumnya memberikan daftar awal sekitar 11 ribu nama calon peserta didik potensial. Namun setelah diverifikasi, sebagian besar diketahui telah bersekolah di sekolah reguler sehingga tersisa sekitar 1.100 anak yang kini masuk tahap penjangkauan lanjutan.

“Dari kuota 270 calon peserta didik Sekolah Rakyat Kota Kediri, saat ini capaian penjangkauan masih belum mencapai 10 persen karena proses masih terus berjalan,” jelas Imam.

Penjangkauan dilakukan langsung ke rumah warga oleh ASN Kementerian Sosial, termasuk eks pendamping PKH. Selain itu, masyarakat juga dapat mengusulkan anak yang membutuhkan pendidikan meski berada di luar kategori desil 1 dan 2.

Sekolah Rakyat Kota Kediri berlokasi di Jalan Semeru Gang 2, Kelurahan Lirboyo. Nantinya sekolah ini akan membuka tiga jenjang pendidikan, yakni SD, SMP, dan SMA. Pada tahap awal, hanya dibuka kelas awal untuk masing-masing jenjang, yakni kelas 1 SD, kelas 7 SMP, dan kelas 10 SMA dengan total kapasitas 270 siswa.

Seluruh biaya pendidikan di Sekolah Rakyat akan ditanggung pemerintah, mulai dari biaya sekolah, asrama, makanan, sandang, hingga akomodasi peserta didik. Fasilitas yang disiapkan juga cukup lengkap seperti laboratorium, perpustakaan, ruang komputer, tempat ibadah, fasilitas olahraga hingga asrama.

Sesuai instruksi Menteri Pekerjaan Umum, pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat ditargetkan selesai pada 20 Juni 2026 sebelum masuk tahap pengelolaan dan persiapan pembelajaran.

 

Baca juga: Museum Sri Aji Jayabaya Kediri Hadir dengan Penataan Baru, Tampilkan Koleksi Ikonik Era Kediri

Meski menawarkan pendidikan gratis dengan fasilitas lengkap, Pemkot Kediri mengakui masih ada tantangan di lapangan. Banyak orang tua yang masih mempertanyakan sistem pendidikan di Sekolah Rakyat, terutama karena siswa diwajibkan tinggal di asrama.

 

“Sebagian calon peserta didik merasa keberatan karena harus tinggal di asrama sehingga minat masyarakat dinilai masih perlu ditingkatkan,” ungkap Imam.

 

Baca juga: Pemkot Kediri Verifikasi 36 Ribu KK, Pastikan Bansos Tepat Sasaran

Namun demikian, pihaknya memastikan sistem pengelolaan dan tenaga pengajar telah dipersiapkan secara matang karena program tersebut merupakan salah satu program prioritas pemerintah pusat.

 

Pemerintah Kota Kediri berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi solusi untuk membantu masyarakat kurang mampu sekaligus memutus rantai kemiskinan antar generasi melalui pendidikan.

“Mudah-mudahan sekolah ini menjadi sarana bagi anak-anak untuk meningkatkan derajat kehidupan keluarga mereka di masa depan,” pungkasnya.nia

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru