Dikonfirmasi Soal Rekomendasi Penutupan Pasar Puspa Agro, Anggota DPRD Jatim 'Saling Lempar'

realita.co
Kondisi dalam Puspa Agro yang sepi. Foto: Bayu

SIDOARJO – Panitia Khusus (Pansus) BUMD DPRD Provinsi Jawa Timur menyiapkan skema strategis untuk menghidupkan kembali Pasar Induk Puspa Agro yang berada di Desa Jemundo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo.

Skema tersebut mengadopsi keberhasilan tata kelola pusat distribusi pangan Food Station di DKI Jakarta yang dinilai mampu menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan pasokan pangan bagi masyarakat.

Baca juga: Sepi Pengunjung, Pasar Puspa Agro di Bawah Naungan PT JGU Direkomendasikan Ditutup karena Dinilai Bebani APBD Jawa Timur

Langkah tersebut diambil setelah Pansus BUMD DPRD Jatim melakukan studi banding pada 17 April 2026, guna mencari solusi konkret bagi keberlangsungan PT Puspa Agro, anak perusahaan PT Jatim Grha Utama (JGU) yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Dikutip dari berita sebelumnya, Anggota Pansus BUMD DPRD Jatim, Sri Untari Bisowarno, mengatakan hasil kunjungan kerja ke Food Station akan menjadi bahan penting dalam penyusunan rekomendasi Pansus terkait masa depan Puspa Agro.

“Maksud kami studi ke Food Station DKI Jakarta agar Pansus bisa merekomendasikan terkait dengan Puspa Agro di Jawa Timur yang terbengkalai dan mati. Kita melihat Food Station mampu membuat harga pangan sangat terjangkau,” kata Untari, Sabtu (18/4/2026) lalu.

Menurut Untari, keberhasilan Food Station menunjukkan bahwa pengelolaan pasar induk dan distribusi pangan membutuhkan sistem yang terintegrasi, mulai dari manajemen profesional, jaringan pemasok yang kuat, hingga dukungan kebijakan pemerintah daerah.

Namun, kondisi yang ditemukan yang ditemukan saat ini di Puspa Agro justru bertolak belakang dengan harapan awal. Pasar yang sejak awal digagas menjadi pusat perdagangan hasil pertanian terbesar di Jawa Timur itu kini dinilai belum mampu menjalankan fungsi strategisnya sebagai sentra distribusi pangan regional.

Sejumlah kios dan lapak terlihat tidak beroperasi secara optimal. Aktivitas perdagangan yang diharapkan ramai setiap hari juga belum menunjukkan geliat yang signifikan. Bahkan beberapa area pasar tampak sepi dan kurang dimanfaatkan oleh pedagang maupun pembeli.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Pansus karena keberadaan Puspa Agro sejatinya memiliki posisi strategis untuk mendukung ketahanan pangan Jawa Timur, sekaligus menjadi penghubung antara petani, distributor, dan konsumen.

Potensi yang sangat besar dan lokasi strategis serta didukung infrastruktur yang memadai namun manajemen tidak berjalan dengan efektif. 

Anehnya, saat dikonfirmasi terkait tindak lanjut hasil kerja Pansus BUMD terhadap kondisi PT Puspa Agro, Ketua Pansus BUMD DPRD Jawa Timur, Agung Mulyono, memilih tidak memberikan komentar lebih jauh.

Baca juga: Puspa Agro Jemundo Sidoarjo Sepi Pengunjung dan Pembeli, Pedagang Pasrah

Menurutnya, tugas Pansus telah selesai dan saat ini pembahasan maupun sikap politik telah menjadi ranah masing-masing fraksi di DPRD Jawa Timur.

Padahal sebelumnya, Agung kencang berteriak merekomendasikan penutupan Puspa Agro. 

"Rekomendasi penutupan Puspa Agro itu nanti dalam rapat final. Kami butuh rapat khusus di mana semua materi dan hasil hearing itu diramu menjadi rekomendasi yang objektif kepada pemerintah provinsi," tegas  Agung, Selasa (21/4/2026) dalam rapat Pansus BUMD Jatim.

Namun uniknya, sekarang sikap Agung melunak. 

“Sudah menjadi ranah fraksi masing-masing. Pansus sudah selesai,” ujar Agung singkat saat dimintai tanggapan via Whatsapp, Senin (1/6/2026).

Baca juga: Kasus Peluru Nyasar di SMPN 33 Gresik Diadukan ke DPRD Jatim, Minta Dimediasi

Agung juga menyarankan agar keterangan lebih lanjut mengenai hasil pembahasan dan rekomendasi Pansus dapat ditanyakan kepada anggota Pansus lainnya yang terlibat langsung dalam penyusunan rekomendasi.

 “Silakan ke Pak Yordan atau Pak Fuad, anggota Pansus,” tambahnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa proses kerja Panitia Khusus telah berakhir dan hasil pembahasannya kini berada pada tahap pembahasan politik di tingkat fraksi sebelum nantinya menjadi rekomendasi resmi DPRD Jawa Timur terhadap pengelolaan BUMD, termasuk upaya revitalisasi PT Puspa Agro yang selama ini dinilai belum mampu menjalankan fungsi strategisnya secara optimal.

Sementara itu, senada upaya konfirmasi kepada anggota Pansus BUMD DPRD Jawa Timur, Fuad Bernardi, hingga berita ini ditulis belum membuahkan hasil.

Pesan konfirmasi yang dikirimkan melalui aplikasi perpesanan belum mendapatkan tanggapan maupun jawaban terkait hasil pembahasan Pansus dan rekomendasi yang akan diberikan terhadap PT Puspa Agro.tyan

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru