MALANG – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) memperluas jejaring kolaborasi dengan dunia profesional melalui kegiatan Kolektif Goes to Campus yang menghadirkan KOLEKTIF (PT Sinergi Tumbuh Kolektif), perusahaan konsultansi yang bergerak di bidang perikanan berkelanjutan di Indonesia dan kawasan Asia-Pasifik. Kegiatan yang berlangsung pada 12 Juni 2026 tersebut menjadi wadah berbagi pengetahuan sekaligus membuka peluang kolaborasi riset, magang, dan pengembangan kapasitas bagi mahasiswa dan dosen FPIK UB.
Melalui pendekatan yang menghubungkan standar keberlanjutan global dengan praktik perikanan di tingkat lokal, KOLEKTIF selama ini mendampingi berbagai pemangku kepentingan, mulai dari nelayan, industri perikanan, pemerintah, hingga organisasi internasional. Pengalaman tersebut memberikan kesempatan bagi sivitas akademika FPIK UB untuk memahami perkembangan terkini dalam tata kelola perikanan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Baca juga: Prodi PSP FPIK UB Dukung Penyusunan Rencana Aksi Perikanan Udang Kalimantan Selatan Berbasis Sains
Dalam pemaparannya, tim KOLEKTIF memperkenalkan berbagai standar keberlanjutan yang saat ini menjadi rujukan dalam perdagangan dan pengelolaan perikanan global, seperti Marine Stewardship Council (MSC), Fisheries Improvement Project (FIP), dan Social Responsibility Assessment (SRA). Peserta juga mendapatkan gambaran mengenai bagaimana prinsip keberlanjutan diterapkan dalam pengelolaan sumber daya perikanan dan rantai pasok hasil perikanan.
“Keberlanjutan perikanan tidak hanya berkaitan dengan menjaga stok sumber daya ikan, tetapi juga memastikan aspek sosial, ekonomi, dan tata kelola berjalan secara seimbang. Karena itu, kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi sangat penting untuk memperkuat basis ilmiah dalam pengambilan keputusan,” ujar salah satu perwakilan KOLEKTIF.
Selain memperkenalkan konsep keberlanjutan, KOLEKTIF juga memaparkan berbagai proyek yang saat ini dijalankan di sejumlah wilayah Indonesia. Proyek tersebut mencakup perikanan tuna, lemuru, kakap, kerapu, hingga udang yang melibatkan berbagai pihak dalam upaya perbaikan pengelolaan perikanan.
Salah satu agenda utama kegiatan ini adalah membuka peluang keterlibatan mahasiswa dalam berbagai aktivitas profesional, mulai dari penelitian skripsi dan tesis, program magang, asistensi riset, hingga publikasi ilmiah berbasis proyek. Kesempatan tersebut diharapkan mampu memperkaya pengalaman mahasiswa sekaligus memperkuat kompetensi mereka dalam menghadapi tantangan sektor perikanan modern.
Berbagai topik penelitian yang diperkenalkan juga sangat relevan dengan bidang keilmuan di FPIK UB, di antaranya kajian stok sumber daya ikan, analisis tangkapan sampingan (bycatch), spesies yang dilindungi (endangered, threatened, and protected species), kondisi habitat, pendekatan ekosistem dalam perikanan, hingga evaluasi efektivitas sistem pengelolaan perikanan.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi yang berlangsung interaktif. Mahasiswa dan dosen memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali lebih dalam mengenai implementasi standar keberlanjutan, kebutuhan data di lapangan, serta peluang keterlibatan dalam proyek-proyek perikanan yang sedang berjalan.
Perwakilan FPIK UB menyampaikan bahwa kolaborasi dengan mitra profesional seperti KOLEKTIF menjadi langkah penting untuk menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan nyata sektor perikanan.
“Kolaborasi semacam ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari praktik lapangan dan memahami tantangan nyata yang dihadapi sektor perikanan. Di sisi lain, akademisi juga dapat berkontribusi melalui riset dan inovasi berbasis sains,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, FPIK UB menegaskan komitmennya untuk terus membangun kemitraan strategis yang mendukung pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pengelolaan sumber daya perikanan Indonesia. Sinergi antara akademisi dan praktisi diharapkan dapat melahirkan inovasi, memperkuat tata kelola perikanan, dan mendukung pembangunan sektor perikanan yang berdaya saing serta berkelanjutan.
Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 14 (Ekosistem Laut), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan sektor profesional dalam mendukung perikanan berkelanjutan.
Editor : Redaksi