Ribuan Warga Berebut Hasil Bumi dalam Tradisi Ngurak Berkat, Wujud Syukur Selamatan Desa Bumiaji

realita.co
Kirab Ngurak Berkat Hasil Bumi, Desa Bumiaji kota Batu. Foto: Suprianto

BATU (Realita)- Tradisi Ngurak Berkat Hasil Bumi dalam rangka Selamatan Desa Bumiaji, Kota Batu, berlangsung meriah, Sabtu (27/6/2026), Ratusan bahkan ribuan warga memadati lokasi kirab untuk menyaksikan prosesi adat sekaligus berebut hasil bumi yang diyakini membawa berkah.

Prosesi diawali dengan doa bersama yang dipimpin sesepuh desa, didampingi Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto dan Kepala Desa Bumiaji Edy Suyanto. Setelah doa selesai, arak-arakan hasil bumi dari masing-masing RW langsung diserbu masyarakat yang antusias mengambil berbagai jenis sayuran dan hasil pertanian.

Baca juga: Ribuan Anggrek Nusantara Semarakkan Batu Shining Orchid Week 2026

Kepala Desa Bumiaji, Edy Suyanto, mengatakan tradisi Ngurak Berkat Hasil Bumi merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki, sekaligus simbol kebersamaan dan semangat berbagi di tengah masyarakat.

"Melalui tradisi ini, kami berharap hasil pertanian Desa Bumiaji semakin melimpah, masyarakat semakin guyub, dan budaya lokal tetap lestari," ujarnya.

Baca juga: Festival Nyusu Bareng 2026 Siap Digelar

Ia juga berharap Pemerintah Kota Batu terus memberikan dukungan agar tradisi tersebut semakin dikenal luas dan mampu menjadi daya tarik wisata budaya yang masuk dalam agenda tahunan Kota Batu.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto mengapresiasi penyelenggaraan Selamatan Desa Bumiaji yang dinilai mampu menjaga warisan budaya sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.

Baca juga: Menko Muhaimin Luncurkan Perintis Berdaya Connect di Batu, Perkuat Ekosistem Pemberdayaan Ekonomi

"Kami berharap kegiatan ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Desa Bumiaji, sehingga tercipta kehidupan yang gemah ripah loh jinawi, tata tentrem karta raharja," kata Heli.

Tradisi Ngurak Berkat Hasil Bumi menjadi rangkaian Selamatan Desa Bumiaji yang setiap tahun selalu menarik perhatian masyarakat dan wisatawan karena sarat nilai budaya, gotong royong, serta ungkapan syukur atas hasil panen. (Ton)

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru