JAKARTA - DPR mendesak kepolisian untuk mengusut penyebaran hoaks yang mem-framing agenda kenegaraan rombongan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia.
Desakan itu disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni pada Minggu (6/9/2026).
Adapun Sahroni menyoroti sejumlah video terkait kunjungan Prabowo ke Rusia yang dinilai memunculkan beragam misinformasi.
Salah satu video yang disoroti Sahroni adalah video yang menarasikan seolah Presiden Rusia Vladimir Putin tidak mengindahkan salaman Presiden Prabowo.
Sahroni juga menyoroti video yang menarasikan bahwa Menteri Luar Negeri Sugiono tertidur saat menghadiri acara Forum Ekonomi Timur (EEF).
Sahroni menyebut narasi tersebut merupakan hoaks dan berpotensi merusak iklim demokrasi.
Oleh karena itu, Sahroni menilai, aparat penegak hukum perlu menyisir konten-konten hoaks dan memberikan efek jera kepada pelakunya
“Karena ruang informasi kita sudah terlalu sering ditimpa kritik tipe hoaks semacam ini. Saya rasa pihak berwajib, yaitu kepolisian, harus mulai fokus menyisir hal-hal seperti ini yang terjadi di media sosial, jangan dibiarkan dan ditoleransi. Sedikit banyak harus diberi efek jera,” kata Sahroni, kepada wartawan, Minggu (6/9/2026).
Menurut Sahroni, hoaks tidak hanya menyesatkan publik, namun juga bisa mengadu domba.
Sahroni menilai, tindakan aparat kepolisian perlu dilakukan agar ruang informasi publik tidak semakin dipenuhi misinformasi.tr
Editor : Redaksi