JEMBER (Realita) - Libur sekolah yang seharusnya menjadi momen menyenangkan berubah menjadi duka mendalam bagi keluarga Azka Hisyam Al Fahri (13). Bocah asal Jalan Batu Raden Nomor 28, Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Sumbersari, itu meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai dekat Pondok Pesantren Nuris, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Selasa (30/6/2026).
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB saat Azka bersama tiga temannya bermain dan mandi di sungai. Saat sedang bermain, sandal milik korban hanyut terbawa arus.
Baca juga: Sat Polairud Polres Gresik Lakukan Pencarian 2 ABK Kapal TenggelamÂ
Azka kemudian berusaha mengejar sandalnya, namun diduga kehilangan pijakan dan tenggelam di bagian sungai yang memiliki kedalaman sekitar enam meter.
Melihat korban tenggelam, ketiga temannya sempat berusaha memberikan pertolongan. Namun derasnya arus dan kedalaman sungai membuat upaya penyelamatan tidak berhasil. Mereka kemudian berlari meminta bantuan hingga akhirnya kejadian tersebut dilaporkan kepada BPBD Jember sekitar pukul 14.00 WIB.
"Teman-teman korban sudah berusaha menolong, tetapi karena kondisi sungai cukup dalam mereka tidak mampu menjangkau korban. Setelah menerima laporan, kami langsung berkoordinasi dengan Basarnas dan mengerahkan tim menuju lokasi untuk melakukan operasi pencarian," ujar Kepala BPBD Jember, Edi Budi Susilo.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember bergerak menuju lokasi pada pukul 14.30 WIB dan tiba sekitar pukul 14.50 WIB. Bersama tim SAR gabungan, operasi pencarian langsung dilakukan dengan membagi personel ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU).
Baca juga: Bermain di Kubangan Air, 2 Bocah di Ponorogo Tewas Tenggelam
SRU pertama melakukan penyisiran melalui jalur darat di sepanjang aliran sungai. Sementara SRU kedua melakukan pencarian menggunakan perahu rafting dan penyelaman di titik yang diduga menjadi lokasi korban tenggelam.
Korban akhirnya berhasil ditemukan sekitar pukul 15.50 WIB atau kurang dari dua jam sejak laporan diterima. Azka ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 20 meter dari lokasi awal tenggelam setelah tim penyelam melakukan pencarian di dasar sungai.
"Korban ditemukan sekitar 20 meter dari lokasi kejadian melalui metode penyelaman pada kedalaman kurang lebih enam meter. Setelah dievakuasi, korban langsung dibawa ke RSUD dr. Soebandi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga," kata Edi.
Baca juga: Lansia Tenggelam di Sungai Haur Gading
Operasi pencarian melibatkan BPBD Kabupaten Jember, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, Polsek Patrang, Koramil Patrang, Satpolairud Polres Jember, relawan Baret Rescue, Relawan Ben Sromben, serta warga sekitar. Seluruh proses evakuasi berlangsung dalam kondisi cuaca cerah berawan tanpa kendala berarti.
Atas kejadian itu, Edi mengimbau para orang tua meningkatkan kewaspadaan terhadap putra putrinya selama masa libur sekolah karena aktivitas anak di luar rumah cenderung meningkat.
"Kami mengimbau para orang tua agar lebih mengawasi anak-anak selama libur sekolah dan tidak membiarkan mereka bermain atau mandi di sungai tanpa pengawasan. Sungai memiliki titik-titik yang dalam dan berarus sehingga sangat berbahaya. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali," pungkas Edi Budi Susilo.rdy
Editor : Redaksi